Setahun Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Tasikmalaya, Pemkot Bidik Permanen 2027
Satu tahun perjalanan Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya ditandai dengan gelaran Sambara Karya 2026 di sekolah yang berada di Jalan Suaka.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Satu tahun perjalanan Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya ditandai dengan gelaran Sambara Karya 2026 di sekolah yang berada di Jalan Suaka, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Kamis (8/10/2026).
Mengusung tema “Bersama Berkarya, Bertumbuh, dan Melangkah Menuju Masa Depan”, kegiatan dalam rangka milangkala pertama tersebut menjadi ruang bagi para peserta didik untuk menunjukkan berbagai karya dan potensi yang mereka kembangkan selama mengikuti proses pendidikan.
Sejumlah penampilan ditampilkan dalam kegiatan tersebut, termasuk pidato dalam tiga bahasa. Berbagai karya peserta didik juga diperlihatkan sebagai bagian dari capaian Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 selama satu tahun berjalan.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan, perjalanan satu tahun Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 telah menunjukkan perkembangan positif, terutama dalam memberikan ruang kepada peserta didik untuk tumbuh dan membangun optimisme terhadap masa depan.
“Satu tahun Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya, alhamdulillah semuanya bisa mencetak generasi-generasi, SDM yang keren, unggul. Tadi diperlihatkan juga karya-karyanya seperti apa,” ujar Viman.
Menurut Viman, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Karena itu, Pemerintah Kota Tasikmalaya berkomitmen melanjutkan pengembangan sekolah tersebut melalui pembangunan fasilitas permanen.
“Kita menunggu proses untuk pengadaan lahan. Tahun depan, di triwulan pertama, insyaallah akan dibangun Sekolah Rakyat permanen,” katanya.
Selain pembangunan sekolah permanen, Pemkot Tasikmalaya juga akan mendukung kebutuhan fasilitas penunjang pendidikan, termasuk perpustakaan. Pasalnya, sekolah tersebut mendapat dukungan sekitar 3.000 buku dari Perpustakaan Nasional.
Viman mengatakan, pihaknya akan mengupayakan penyediaan ruangan yang dapat dimanfaatkan sebagai perpustakaan sehingga koleksi buku tersebut dapat menunjang kegiatan belajar peserta didik.
Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 memiliki tiga rombongan belajar. Viman mengapresiasi para guru dan kepala sekolah yang selama satu tahun telah mendampingi peserta didik melalui proses pendidikan yang tidak mudah.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Tasikmalaya, Heri Haerudin, mengatakan satu tahun perjalanan sekolah sejak 7 Oktober 2025 telah menjadi proses untuk menggali potensi peserta didik sekaligus membangun lingkungan pendidikan yang dapat mendukung masa depan mereka.
“Setiap proses yang kita ikhtiarkan sejak 7 Oktober 2025 telah melahirkan karya, menumbuhkan potensi, dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik bagi anak-anak bangsa yang telah diamanatkan kepada kami,” kata Heri.
Menurut Heri, peringatan satu tahun menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat komitmen sekolah dalam menjalankan proses pendidikan.
“Dalam satu tahun berjalan, milangkala ini menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat komitmen. Kami tidak hanya membangun proses pendidikan, tetapi juga membangun sebuah ekosistem yang diharapkan mampu memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang,” ujarnya.
Heri menjelaskan, kegiatan open house dalam Sambara Karya 2026 tidak semata-mata ditujukan untuk memperlihatkan hasil yang telah dicapai sekolah selama satu tahun.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara sekolah dengan masyarakat serta membuka peluang kolaborasi untuk mendukung perkembangan peserta didik.
“Open house hari ini kami laksanakan secara sederhana, bukan semata-mata untuk memperlihatkan apa yang telah kami lakukan. Kami ingin membuka ruang silaturahmi, komunikasi, dan kolaborasi agar semua pihak dapat berkembang sesuai kebutuhan peserta didik dan mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Satu tahun perjalanan Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 tersebut menjadi pijakan awal untuk memperkuat proses pendidikan sekaligus menyiapkan peserta didik menghadapi masa depan.
Dengan rencana pembangunan sekolah permanen pada 2027, Pemkot Tasikmalaya berharap keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak untuk berkembang dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Editor : Doni Ramdhani
