Setahun Tak Diperbaiki, Trotoar Ambles di Pusat Perdagangan Tasik Dikeluhkan Warga
Warga mengeluhkan trotoar yang ambles di Jalan Eempang yang sudah hampir setahun tak kunjung diperbaiki
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Sebuah lubang besar yang menganga di jalur trotoar Jalan Empang, Kelurahan Yudanegara, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, hingga kini belum mendapat penanganan meski kerusakannya telah terjadi sejak Oktober 2025.
Kondisi trotoar yang ambles tersebut dikeluhkan warga dan pedagang karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terlebih lokasinya berada di salah satu kawasan perdagangan yang ramai dilalui masyarakat.
Lubang dengan lebar sekitar tiga meter dan kedalaman lebih dari satu meter itu diduga terjadi akibat amblesnya konstruksi trotoar yang berada di atas saluran irigasi lama. Kerusakan tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pejalan kaki.
Sejumlah pedagang mengaku heran karena hingga mendekati satu tahun, belum ada pekerjaan perbaikan meski petugas pemerintah telah beberapa kali melakukan peninjauan, pengukuran, hingga dokumentasi di lokasi.
"Hampir mau setahunan dibiarkan, belum ada perbaikan. Padahal sudah ada yang datang buat ngukur, foto bahkan sampai turun ke bawah," ujar salah seorang pedagang, Senin (6/7/2026).
Menurut warga, kerusakan ringan di beberapa bagian trotoar sempat diperbaiki secara swadaya melalui gotong royong. Namun, mereka mengaku tidak memiliki kemampuan maupun kewenangan untuk menangani bagian trotoar yang ambruk karena membutuhkan pekerjaan konstruksi.
Keluhan terkait kondisi tersebut juga telah disampaikan kepada anggota DPRD Kota Tasikmalaya. Namun, warga memperoleh penjelasan bahwa perbaikan masih menunggu proses penganggaran.
"Kalau kerusakan darurat seharusnya bisa segera ditangani. Jangan sampai terus menunggu," kata pedagang tersebut.
Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya, Hery Nugraha, mengatakan perbaikan trotoar di Jalan Empang telah masuk dalam daftar prioritas pemerintah daerah.
Meski demikian, menurutnya, pelaksanaan pekerjaan belum dapat dilakukan karena masih menunggu kepastian ketersediaan anggaran.
"Perkembangannya masih menunggu kesiapan anggaran," ujar Hery.
Ia menambahkan, kebutuhan anggaran untuk memperbaiki trotoar yang ambles tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp400 juta.
Hingga kini, masyarakat berharap pemerintah dapat segera merealisasikan perbaikan agar kerusakan tidak semakin parah dan risiko terhadap keselamatan pengguna jalan dapat diminimalkan.
Editor : Ahmad Sayuti

