PKL Cihapit Diminta Gunakan Lapak Bongkar Pasang, 13 Kios Dibongkar Mandiri

13 kios semi permanen di Jalan Cihapit Bandung dibongkar mandiri. PKL diminta menggunakan konsep lapak bongkar pasang agar trotoar tetap nyaman bagi pejalan kak

PKL Cihapit Diminta Gunakan Lapak Bongkar Pasang, 13 Kios Dibongkar Mandiri
Sejumlah kios PKL di Jalan Cihapit Kota Bandung, dibongkar mandiri setelah adanya imbauan penataan lapak di atas trotoar. Istimewa

INILAHKORAN.ID - Lurah Cihapit, Yoga Hananto mendorong pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Cihapit tepat di depan Polsek Bandung Wetan menggunakan konsep lapak bongkar pasang. Langkah itu, dilakukan setelah 13 kios semi permanen dibongkar mandiri karena berdiri di atas trotoar.

Dia mengatakan, pembongkaran mandiri dilakukan setelah pihak kelurahan menyampaikan imbauan kepada para pemilik kios. Bangunan semi permanen di atas trotoar, dinilai tidak sesuai dengan aturan serta fungsi trotoar sebagai ruang pejalan kaki.

“Total jumlah kios yang saat ini dibongkar mandiri ada 13. Sebelumnya, saya sebagai lurah telah menyampaikan imbauan bahwa para pedagang tidak boleh membuat bangunan semi permanen sesuai dengan aturan yang ada dalam Perda,” kata Yoga Hananto, Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, imbauan telah disampaikan beberapa hari sebelum pembongkaran. Para pedagang, kemudian merespons dengan melakukan pembongkaran secara mandiri tanpa menimbulkan gangguan di kawasan Cihapit.

“Alhamdulillah berjalan aman, kondusif dan semua pedagang menerima serta bersepakat menaati aturan,” ucapnya.

Yoga menjelaskan, keberadaan kios semi permanen di atas trotoar menjadi salah satu persoalan yang perlu ditata. Trotoar memiliki fungsi sebagai ruang bagi pejalan kaki, sehingga aktivitas berdagang tidak boleh mengganggu akses masyarakat.

Kelurahan Cihapit, tetap memberi ruang bagi aktivitas perdagangan namun pedagang diminta menyesuaikan bentuk lapak dengan ketentuan yang berlaku. Konsep bongkar pasang, dinilai dapat menjaga kegiatan usaha sekaligus mempertahankan fungsi trotoar.

“Ke depannya saya mengimbau pedagang berdagang dengan cara bongkar pasang, yaitu tidak semi permanen dan juga tidak mengganggu pejalan kaki,” ujar dia.

Pembongkaran 13 kios mendapat dukungan dari pengurus RT, RW dan masyarakat sekitar. Penataan kawasan, diharapkan membuat lingkungan Cihapit terlihat lebih rapi dan nyaman.

Dia menyebut, kawasan Cihapit memiliki aktivitas wisata dan perdagangan yang cukup ramai. Kondisi trotoar dan lingkungan sekitar, perlu dijaga agar masyarakat maupun wisatawan dapat beraktivitas dengan nyaman.

“Dengan adanya pembongkaran ini, diharapkan ketika nanti kembali berdagang. Kawasan menjadi lebih indah dan wisatawan nyaman ketika berkunjung ke wilayah Cihapit,” tuturnya.

Setelah pembongkaran, para pedagang diharapkan tetap menjalankan aktivitas usaha dengan konsep lapak yang dapat dibongkar pasang. Pedagang juga, diminta tidak meninggalkan bangunan maupun perlengkapan yang menghambat akses pejalan kaki.

Pihaknya akan melanjutkan imbauan ke sejumlah titik lain yang masih memiliki kios semi permanen. Beberapa pemilik kios, disebut telah menyatakan kesediaannya membongkar bangunan secara mandiri.

“Kami berharap, masyarakat tetap menaati aturan yang ada. Boleh berjualan, asal sesuai aturan, yaitu berangkat bersih pulang bersih,” pungkas dia.


Editor : Ahmad Sayuti