Siap-siap Wasit Dwi Purba! Umuh Ngamuk Akan Lapor ke PSSI

Manajer tim Persib Bandung, Umuh Muchtar meradang. Dia mengaku akan melaporkan wasit Dwi Purba Adi Wicaksana.

Siap-siap Wasit Dwi Purba! Umuh Ngamuk Akan Lapor ke PSSI
Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar (kanan) akan melaporkan wasit Dwi Purba ke PSSI
INILAH, Bandung - Manajer tim Persib Bandung, Umuh Muchtar meradang. Dia mengaku akan melaporkan wasit Dwi Purba Adi Wicaksana.
 
Ya, sosok Dwi Purba dianggap gagal memimpin dengan fair laga Persib kontra Tira-Persikabo dalam laga pembuka Grup A Piala Presiden 2018 di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (2/3) malam WIB. Persib takluk 1-2 dalam laga tersebut.
 
Menurut Umuh, wasit Dwi Purba menunjukkan ketidakadilan kepada Persib. Terbukti beberapa pelanggaran handsball yang dilakukan lawan tidak membuat wasit asal Kabupaten Kudus itu menunjuk titik putih.
 
Alhasil, Persib kalah dengan skor 1-2. Satu gol Persib dicetak Kim Jeffrey Kurniawan di menit ke-48 sedangkan dua gol Tira-Persikabo dicetak Osas Marvellous Eloumou di menit ke-28 dan 70.
 
"Lihat saja, berapa kali handsball tapi tidak penalti. Saya punya buktinya, punya datanya nanti akan saya laporkan," kesal Umuh seusai pertandingan. 
 
Umuh mengaku heran dengan wasit Dwi Purba ini yang secara terang-terangan berbuat curang di turnamen yang digagas Presiden RI, Joko Widodo. 
 
"Ini wasit semakin parah. Mungkin (wasit) yang lama-lama ini punya dendam sama Persib. Sudah kelihatan memang dari awal kita kalah sama wasit. Persib kalah sama wasit. Saya bangga dengan anak-anak. Kalau mereka main jelek baru saya salahkan pemain dan pelatih, marah sama mereka. tapi tidak. Ini mutlak kesalahan wasit," katanya.
 
Umuh pun akan segera membuat laporan kepada PSSI untuk tidak lagi menggunakan wasit Dwi Purba kedepannya. Sebab bukan tidak mungkin kedepan banyak klub yang dirugikan atas keputusan wasit Dwi Purba.
 
"Kalau wasit ini dipake terus, PSSI tak akan ada kemajuan. Kenapa wasit-wasit ini aja yang masih dipake? Pake dong yang muda. Kalau terus-terusan begini bahaya. Jangan pake alasan tidak ada wasit. Mudah-mudahan ada evaluasi. Jika di tempat lain kejadian lagi mungkin akan lebih parah lagi saya marahnya. Di sini saya masih bisa menahan. Biarin nanti saya dihukum lagi, dan saya akan buktikan, saya gugat, biar tahu," pungkasnya.


Editor : inilahkoran