Sidak Eiger Camp di Parongpong, DPRD KBB Minta Pemilik Penuhi Sejumlah Poin Penting ini
Jajaran Komisi I dan III DPRD KBB melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Eiger Camp di Parongpong, Jumat 11 April 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Jajaran Komisi I dan III DPRD KBB melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan Eiger Camp di Parongpong, Jumat 11 April 2025.
Sidak Eiger Camp di Parongpong itu sebagai tindak lanjut rapat pada Rabu 9 April 2025 itu, turut hadir Direktur Eiger Adventure Imanuel Wirajaya, Region Head PTPN 1 Regional 2 Desmanto, Komisi I DPRD Jabar Tuti Turimayanti, Ketua Komisi I DPRD KBB Sandi Supyandi, Ketua Komisi III DPRD KBB Pither Tjuandys, dan sejumlah perwakilan dinas terkait dari Pemprov Jabar dan KBB.
Dalam sidak Eiger Camp di Parongpong tersebut, DPRD KBB menemukan adanya ketidaksesuaian site plan dari salah satu proyek yang rencananya bakal dibangun untuk Decking View Panggung Budaya Eiger Camp di Parongpong dengan luas lahan 1.200 m2.
"Komisi I dan III bersama-sama dengan DPRD Provinsi Jawa Barat, Tuti Turimayanti sama-sama melakukan rapat kerja beberapa waktu lalu dan hari ini kita melakukan peninjauan secara langsung ke lapangan," kata Ketua Komisi III DPRD KBB Pither Tjuandys saat ditemui di lokasi, Jumat 11 April 2025.
Hasilnya, sebut Pither, tahapan-tahapan perizinan teknis yang ditempuh pengelola sudah sesuai aturan. Menurutnya, pengusaha atau investor itu mengajukan lewat Online Single Submission atau OSS.
Kemudian, keluar Nomor Induk Berusaha (NIB) dan syarat-syarat yang harus dilengkapi. Termasuk, jalan masuk, kajian lingkungan dan pengesahan site plan sesuai dengan yang dikerjakan.
"Semua itu sudah sesuai dengan tahapan dan disahkan Rahmat Adang Syafaat yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas PUTR KBB," jelasnya.
"Dia (Rahmat Adang Syafaat) yang menandatangani site plan. Berdasarkan hal itu, bagian perizinan wajib mengeluarkan produk yang namanya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sebanyak 14 PBG," sambungnya.
Kendati demikian, ungkap Pither, yang menjadi persoalan saat ini terletak pada pelaksanaan di lapangan, yakni ketidaksesuaian site plan.
"Kalau ada kesalahan yang dilakukan oleh pengembang, tentu kita harus sama-sama melakukan perbaikan untuk merevisi. Jika hal itu diperkenankan, karena kita ingin memastikan dinas bertanggung jawab atas izin yang diberikan," ungkapnya.
Pither mengakui, KBB membutuhkan banyak investor untuk bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Jadi, masalah kegiatan di lapangannya yang menjadi sorotan dan telah disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat," ucapnya.
Pihaknya juga mengapresiasi sepak terjang Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam 100 hari kerjanya. Namun, pihaknya berharap sinergitas antara Provinsi dengan kabupaten/kota bisa sejalan dalam membangun wilayah Jabar.
"Kami tetap akan berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat untuk meminta audiensi dengan beliau. Langkah pertama sudah dilakukan, kalau ini perlu diperbaiki, hari Senin saya akan rapat dan berkoordinasi dengan OPD terkait," ujarnya.
Pither menegaskan, pihaknya mendukung pembangunan tersebut apabila PBG yang dikeluarkan sesuai dengan site plan dan sesuai dokumen persyaratan.
"Kalau dia melakukan pembangunan tanpa adanya PBG, saya tentu akan instruksikan Satpol PP KBB lakukan penyegelan juga," tandasnya.
Sedangkan, Ketua Komisi I DPRD KBB Sandi Supyandi menekankan pentingnya antisipasi bencana dalam proyek Eiger Camp seperti penanganan larian air (run off) agar tidak menimbulkan bencana banjir ke Cekungan Bandung.
Menurutnya, hal tersebut mesti dilakukan mengingat aktivitas pembangunan proyek berada di Kawasan Bandung Utara atau (KBU).
"Yang penting implementasi dari perencanaan Zero Run Off. Kalau saya lihat memang sebagian sudah dilakukan. Ini penting dilaksanakan serius agar tak jadi kekhawatiran bencana kami," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Eiger Adventure Imanuel Wirajaya mengatakan pihaknya bakal mematuhi seluruh rekomendasi pemerintah terkait proyek Eiger Camp di Parongpong. Termasuk perubahan dokumen site plan yang saat ini tahapannya sedang berproses.
Menurutnya, ketidaksesuaian site plan proyek Eiger Camp di Parongpong terpaksa dilakukan dengan niat perlindungan tanaman masih produktif.
"Perubahan layout diarahkan ke area atas karena area bawah lebih diprioritaskan untuk lahan kebun teh produktif, yang kita kelola dan masih panen pucuk teh," kata Imanuel.
"Untuk perubahan site plan sebenarnya sudah kita tempuh tapi masih tahap proses," terangnya.
Editor : Doni Ramdhani
