Sidang Paripurna Perdana DPRD Jabar di 2026 Penuh Interupsi
Sidang paripurna perdana di 2026, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat penuh interupsi dalam peserta rapat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sidang Paripurna perdana di 2026, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat penuh Interupsi dalam peserta rapat.
Ini terjadi ketika sidang akan ditutup, dalam paripurna dengan agenda pembukaan masa sidang II 2025-2026 dan penetapan Alat Kelengkapan Dewan di ruang rapat paripurna, Kantor DPRD Jabar, Senin 5 Januari 2025.
Prosesi sidang awalnya berjalan lancar dan mayoritas peserta menyetujui, mengenai penetapan alat kelengkapan dewan. Namun, sebelum Wakil Ketua DPRD Jabar MQ Iswara mengetuk palu dan menutup persidangan, muncul Interupsi dari salah satu anggota, Sidkon Djampi.
"Interupsi pimpinan, saya mau menyampaikan aspirasi dari teman media atau penyiaran, seperti kita ketahui jumlah lembaga penyiaran ada 457 lembaga penyiaran mereka dalam asosiasi meminta agar dapat perhatian," ujar Sidkon.
Sidkon meminta, agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat bisa mengakomodir aspirasi dari para pelaku media, yang meminta agar diberikan alokasi belanja di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di 2026 ini.
"Saya menegaskan agar ada belanja media di tiap OPD, baik melalui Wakil Gubernur (Erwan Setiawan) atau Sekda (Herman Suryatman) agar ada belanja media di setiap OPD," ucapnya.
Mendengar Interupsi tersebut, Iswara menyerahkan keputusan ini kepada Wakil Gubernur Erwan Setiawan dan juga Sekda Herman Suryatman yang hadir. Dia juga memastikan, akan mengingatkan usulan tersebut kepada pemerintah provinsi.
"Aspirasi langsung didengar oleh Wakil Gubernur dan Sekda, Insyaallah akan kami ingatkan," kata Iswara.***
Editor : JakaPermana

