Sikap Kami: Emil dan Dhani

LANGKAH politik mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mulai tersendat. Harapannya di Pilgub Jakarta tinggal satu: terjadi putaran kedua. Apa salah Emil?

Sikap Kami: Emil dan Dhani
Ridwan Kamil dan Suswono hendak menyampaikan pernyataan menyusul hasil hitung cepat Pilgub Jakarta. (Foto: Antara)

LANGKAH politik mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mulai tersendat. Harapannya di Pilgub Jakarta tinggal satu: terjadi putaran kedua. Apa salah Emil?

Sejak awal, kita sudah berpendapat, salah satu yang menyebabkan langkahnya tersendat adalah tak solidnya partai politik pengusung. Betapapun diusung dan didukung hampir seluruh parpol, faktanya lebih banyak yang setengah hati.

Di kalangan parpol pengusung, yang bergerak cukup serius hanyalah PKS dan Partai Golkar. Itu pun, dalam perjalanannya, kalaupun kader PKS solid, tapi simpatisan mereka terbelah. Terbawa arus anak abah yang banyak bergeser setelah Anies Baswedan mendukung Pramono Anung-Rano Karno.

Parpol lain? Baik kita simak berita berikut ini. Anggota Fraksi Gerindra DPR, Ahmad Dhani, tak muncul di tempat pemungutan suara (TPS) saat pencoblosan. Kita yakin, Dhani tidak sendirian. Bisa jadi, tak sedikit pula kader parpol pengusung lain yang juga tak menyalurkan hak pilihnya. Itu jelas kerugian bagi Ridwan Kamil-Suswono.

Kekeliruan Emil lain adalah dia tak cukup mengeksplorasi keunggulan-keunggulan yang sudah dia raih ketika jadi Gubernur Jawa Barat. Banyak hal dia lakukan, tapi kurang termanfaatkan dengan baik. Akibatnya, yang muncul di publik adalah narasi-narasi negatif tentang apa yang dia lakukan di Kota Bandung dan Jabar.

Padahal, banyak hal yang bisa dia jual. Salah satu, misalnya, di eranya, Jabar mampu mempertahankan sebagai wilayah investasi tertinggi di Indonesia. Mengalahkan Jakarta. Meski sudah terjadi sejak era Ahmad Heryawan, Emil mampu mempertahankan antara lain melalui diplomasinya dengan pihak-pihak luar negeri, mulai lewat duta besar, investor, hingga menjemput bola sendiri.

Emil juga bisa “menjual” kisah sukses Jawa Barat menangani Covid-19. Hemat kita, di antara provinsi lain di Indonesia, Jabar adalah wilayah paling sukses dalam penanganan. Punya warga pengidap Covid-19 tertinggi, tapi dengan tingkat korban meninggal –termasuk-- paling rendah. Emil bekerja keras untuk itu, termasuk saat terjadi kekurangan oksigen di seantero negeri ini.

Hal lain termasuk soal digitalisasi yang marak dilakukan di mana-mana. Menjadikan pondok pesantren sebagai entitas usaha yang bisa mengekspor produknya, membawa UMKM bisa menembus pasar dunia, dan sebagainya.

Sangat jarang keunggulan-keunggulan itu dia tonjolkan. Dia malah asyik dengan ide-ide baru yang kadang-kadang justru menjadi serangan publik.

Ridwan Kamil mengatakan akan mengevaluasi kampanyenya jika Pilgub Jakarta berlangsung sampai dua putaran. Maka, dia tak hanya harus melulu melihat ke depan, tapi juga menoleh ke belakang sambil tetap menatap masa depan. (*)


Editor : Zulfirman