Sikap Kami: Faktor PKS
SEBUAH lembaga survei merilis elektabilitas calon gubernur-wakil gubernur di Pilgub DKI Jakarta. Hasilnya? Pasangan Ridwan Kamil-Suswono mulai disalip Pramono Anung-Rano Karno.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
SEBUAH lembaga survei merilis elektabilitas calon gubernur-wakil gubernur di Pilgub DKI Jakarta. Hasilnya? Pasangan Ridwan Kamil-Suswono mulai disalip Pramono Anung-Rano Karno.
Lembaga survei lainnya, sehari kemudian, merilis survei versi mereka. Ridwan Kamil-Suswono masih unggul. Hanya, elektabilitas Pramono Anung-Rano Karno terus meningkat.
Apa artinya? Pilgub Jakarta tak selandai yang diduga. Betapapun pasangan Ridwan Kamil-Suswono diusung seluruh partai politik, kecuali PDI Perjuangan, persaingan masih terbuka. Masih ada waktu sebulan sebelum warga masuk ke bilik suara menentukan pilihan.
Soal angka-angka survei itu, biarlah bergulir. Tapi, satu fakta pelajaran pada kontestasi pilkada adalah lemahnya peran partai politik dalam pemenangan. Mereka mereka sudah cukup jika memberikan tiket kepada pasangan calon.
Jika ada parpol yang berjuang sungguh-sungguh untuk memenangkan pasangan calon, jumlahnya tidak banyak. Hanya parpol-parpol dengan identitas dan idealisme kuat yang masih mau berjuang. Dan, itu hanya ada pada dua parpol saja: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan PDIP.
Sulit membantah bahwa perlawanan di Pilgub Jakarta adalah perlawanan PDIP. PKS, sayangnya, menunjukkan sikap ambigu di wilayah “setengah ibu kota” itu. Tak sedikit kader, apalagi simpatisannya, yang kecewa karena PKS memutuskan bergabung dengan koalisi Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.
Hal serupa di Jakarta itu, bukan tak mungkin pula terjadi di Jawa Barat. Faktor PKS akan memainkan peranan signifikan di Tanah Pasundan. Ini menjadi peringatan bagi paslon dengan tingkat elektabilitas tinggi Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan.
Mungkin kita bisa berkaca pada berkali-kali penyelenggaraan Pilgub Jabar. Tentu saja, ada nama besar Dede Yusuf di Pilgub Jabar 2008. Tapi, peran PKS yang mengusung Ahmad Heryawan, tak bisa dibantahkan. Terbukti, ketika lima tahun berikutnya Dede Yusuf maju, dengan tingkat popularitas tingginya, upaya mengalahkan Heryawan jadi kandas.
Lima-enam tahun lalu pun begitu. Hampir semua lembaga survei menutup mata pada pasangan usungan PKS bersama Gerindra: Sudrajat-Ahmad Syaikhu. Elektabilitas mereka di bawah dua digit. Faktanya? Hanya pasangan ini yang bisa menyaingi Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.
Kenapa bisa terjadi? Kita meyakini, faktor loyalitas PKS yang menjadi kunci. Kita tak yakin bahwa itu karena faktor Gerindra yang membawa Sudrajat.
Maka, betapapun Dedi-Erwan oleh semua lembaga survei dijagokan dengan elektabilitas di atas 60-70%, kita meyakini hasil di lapangan nanti takkan seperti itu. Kita menduga, karena faktor PKS, Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie, akan memberi perlawanan. Bahkan, tak perlu kaget juga jika mereka menang, misalnya. (*)
Editor : Zulfirman

