Elektabilitas Ridwan Kamil Melorot di Pilgub Jakarta, Faktor Partai Golkar?
Pengamat politik Ray Rangkuti menilai pemilik Partai Golkar tidak solid mendukung pasangan Ridwan Kamil-Suswono di Pilgub Jakarta.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Jakarta – Pengamat politik Ray Rangkuti menilai pemilik Partai Golkar tidak solid mendukung pasangan Ridwan Kamil-Suswono di Pilgub Jakarta.
Ray Rangkuti mengemukan hal itu menelisik hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menyebutkan pasangan Pramono Anung-Rano Karno sudah menyalip elektabilitas Ridwan Kamil-Suswono di Pilgub Jakarta.
Dalam pandangan Ray Rangkuti, mulai unggulnya pasangan Pramono Anung-Rano Karno karena bisa mendapatkan suara pemilih yang lebih luas. Bahkan termasuk dari pemilih Partai Golkar yang tak solid mendukung pasangan Ridwan Kamil-Suswono di Pilgub Jakarta.
“Saya tidak terlalu terkejut. Sejak dari awal saya sudah punya keyakinan Pram sama Rano akan dapat mengimbangi Rido,” ujar Ray Rangkuti.
Dia bahkan menilai pasangan Pramono Anung-Rano Karno masih akan terus meluas perolehan suaranya di Pilgub Jakarta.
“Paslon ini bisa mendapatkan suara pemilih yang lebih luas, termasuk pemilih Golkar yang tidak solid mendukung pasangan Ridwan Kamil dan Suswono (Rido),” kata Ray Rangkuti di Jakarta, Kamis 24 Oktober 2024.
Penegasan tersebut, terkait dengan hasil Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 10-17 Oktober 2024 yang menunjukkan dukungan publik Jakarta pada pasangan Pramono-Rano sudah mencapai 41,6 persen. Sementara dukungan pada Ridwan-Suswono 37,4 persen dan Dharma-Kun 6,6 persen.
Menurut Ray, sejak awal dirinya melihat elektabilitas paslon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1, Ridwan Kamil dan Suswono (Rido) ini tidak bisa memperoleh suara signifikan.
Dukungan pada Pramono-Rano mengalami penguatan signifikan dalam sebulan terakhir sekitar 13,2 persen, dari 28,4 persen di awal September menjadi 41,6 persen di pertengahan Oktober.
Pasangan Ridwan-Suswono yang merupakan kompetitior Pramono-Rano, mengalami penurunan dukungan dari 51,8 persen di awal September menjadi 37,4 persen di pertengahan Oktober 2024.
Selain unggul, dukungan pada pasangan Pramono-Rano juga terlihat lebih solid dan kuat dibanding pasangan lain.
Dari keseluruhan warga yang sekarang memilih Pramono-Rano, 75,6 persen di antaranya menyatakan kecil atau sangat kecil kemungkinan untuk mengubah pilihan, sementara yang menyatakan masih mungkin berubah hanya sekitar 23,4 persen.
Sementara itu, survei ini menunjukkan masih ada sekitar 27,7 persen publik yang kemungkinan mengubah pilihan, sementara yang sudah yakin dengan pilihannya sekitar 71,1 persen sehingga potensi untuk pergeseran suara masih mungkin terjadi.
Sebelumnya, Pramono meminta kepada tim suksesnya untuk tetap bekerja keras agar bisa mempertahankan bahkan meningkatkan elektabilitas hingga pencoblosan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jakarta pada 27 November 2024.
"Alhamdulillah. Saya juga selalu tidak berpikir suatu yang besar-besar, tetapi bagaimana bisa menyelesaikan suatu masalah yang ada di lapangan terutama yang kami temukan," kata Pramono di Jakarta, Rabu (23/10).
KPU DKI Jakarta telah menetapkan tiga paslon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada Minggu (22/9).
Ketiga paslon tersebut adalah Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) nomor urut 1, Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun) dari independen nomor urut 2, dan Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel) nomor urut 3.***
Editor : Zulfirman


