Sikap Kami: #ErickThohirOut
PERCAYALAH, cepat atau lambat, tagar ini akan muncul: #ErickThohirOut. Bisa jadi pada 10 Juni mendatang. Atau, tak lama setelah itu, tetapi sebelum tahun 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
PERCAYALAH, cepat atau lambat, tagar ini akan muncul: #ErickThohirOut. Bisa jadi pada 10 Juni mendatang. Atau, tak lama setelah itu, tetapi sebelum tahun 2026.
Bagi sebagian publik, Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, mulai menjadi public enemy. Itu gegara keputusannya memecat Shin Tae Yong sebagai pelatih tim nasional Indonesia.
Setidaknya, ada dua soal kenapa keputusan ini bisa jadi senjata yang berbalik menembak Erick Thohir. Dia, bisa jadi, bakal “terkapar” pada penghujung kualifikasi Piala Dunia 2026 ini.
Pertama, dengan plus-minusnya, Shin Tae Yong adalah pelatih yang mampu membuat penonton kembali membanjiri penonton. Tentu, bukan STY sendiri. Ada pula sejumlah pemain diaspora yang membela timnas.
Dengan plus-minusnya, STY membuncahkan harapan. Indonesia lolos ke Piala Asia di berbagai level. STY hampir saja meloloskan Indonesia ke Olimpiade Paris kalau tak kalah pada laga playoff terakhir.
Putranya, Shin Jae Won, bahkan mencemooh keputusan PSSI di akun instagram Timnas Indonesia. “Dia menaikkan 50 poisisi di peringkat FIFA selama lima tahun, menduduki posisi ketiga di kualifikasi Piala Dunia, tapi dia sekarang dipecat?”
Kedua, pemecatan terjadi pada saat yang tidak tepat. Ketika Timnas Garuda membuka peluang maju ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kali.
Kini, siapapun pelatih Belanda yang dikontrak Erick Thohir, tantangannya maha berat. Hanya ada dua dari empat laga sisa kualifikasi di mana timnas berpeluang menang: saat menjamu Bahrain dan China. Lawan Jepang dan Australia? Rasanya butuh keajaiban.
Dalam perhitungan seperti itu, maka nasib timnas akan bergantung pada tim lain di bawah, bahkan untuk lolos playoff sekalipun. Sebab, Indonesia, Arab Saudi, Bahrain, China, punya poin yang sama: 6.
Maka, apapun hasil timnas di kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan peluang kegagalan menembus Benua Amerika sejujurnya lebih besar, Erick Thohir karena keputusannya ini, akan dikenang sebagai biang keroknya. Biang kerok karena mengganti pelatih di saat yang tidak tepat.
Tetapi tidak apa-apa. Mengkritik Erick Thohir dan pengurus PSSI memang harus dilakukan. Sebab, kecuali percepatan proses naturalisasi pemain diaspora dan menggandeng BUMN –yang di bawah kementeriannya, sebagai sponsor, sebenarnya apa prestasi kepengurusan kali ini? Di atas kertas, tidak ada. Mereka bahkan menutup mata terhadap kompetisi liga yang kian memburuk.
Maka, wajar saja jika pada pertengah Juni mendatang, atau sebelum akhir tahun, tagar #ErickThohirOut akan muncul. Bukan karena siapa-siapa. Karena Erick Thohir sendiri. (*)
Editor : Zulfirman

