Sikapi Pembatasan Kuota Ritase Sampah, DLH KBB Siapkan Empat Mesin Pengolahan Sampah
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) berencana menyiapkan empat mesin pengolahan sampah menyusul adanya kebijakan pembatasan kuota ritase pengiriman sampah ke TPA Sarimukti.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) berencana menyiapkan empat mesin pengolahan sampah menyusul adanya kebijakan pembatasan kuota ritase pengiriman sampah ke TPA Sarimukti.
Selain itu, langkah pembatasan ritase tersebut disiapkan untuk memaksimalkan pengolahan sampah mengingat TPA Sarimukti yang berada di Kecamatan Cipatat dipastikan sudah mengalami over kapasitas.
"Kami akan memaksimalkan pengolahan sampah karena kebetulan DLH KBB dapat bantuan mesin pengolah sampah, ada 4 unit kapasitasnya 10 ton perhari," kata Kepala DLH KBB Ibrahim Aji, Rabu 9 Oktober 2024.
Rencananya, ungkap Ibrahim Aji, empat mesin berkapasitas 10 ton tersebut bakal disebar di beberapa titik di Kabupaten Bandung Barat.
"Unit tersebut disimpan di beberapa titik, pertama di Cihampelas satu unit karena berdekatan dengan Sungai Citarum, Cipatat satu unit, dan Batujajar dua unit," ungkapnya.
Ibrahim Aji menjelaskan, mesin pengolahan tersebut dapat mengolah sampah organik maupun anorganik. Dengan begitu, penanganan sampah di Bandung Bakal maksimal.
"Mesin pengolah sampah itu untuk semua jenis. Sampah itu sesudah diolah menjadi residu. Jika 4 mesin ini kita optimalkan bisa mengurangi sampah 40 ton perhari," jelasnya.
Dari total produksi sampah di Bandung Barat, sebut Ibrahim Aji, sebanyak 150 ton perhari diangkut ke TPAS Sarimukti dengan jumlah 40 ritase kendaraan yang berkapasitas 6 meter kubik.
"Sementara kita diberi kouta pembuangan sampah 17 ritase kapasitasnya 12 meter kubik. Sebelumnya kita membuang sampah ke TPA Sarimukti sekitar 20-23 ritase perhari. Sekarang menjadi 17 ritase perhari," sebutnya.
Meskipun ada pengurangan pembuangan sampah ke TPA Sarimukti tidak berdampak signifikan ke KBB. Namun demikian, pengolahan sampah di KBB bakal dioptimalkan.
"Selama ini pemilahan sampah dari warga belum optimal, tapi kita akan terus melakukan sosialisasi agar sampah tersebut terutama yang bersumber dari rumah itu bisa dipilah," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani
