Silaturahmi ke Golkar, PDIP Jabar Buka Kans Koalisi Hadapi Pilkada 2024

DPD PDIP Jabar melakukan silaturahmi ke DPD Partai Golkar Jabar untuk bersilaturahmi sekaligus membawa misi penting yakni membuka kans koalisi menghadapi Pilkada 2024.

Silaturahmi ke Golkar, PDIP Jabar Buka Kans Koalisi Hadapi Pilkada 2024
Kunjungan pengurus teras PDIP Jabar yakni Ono Surono, Ketut Sustiawan dan Ineu Purwadewi Sundari pada Minggu 5 Mei 2024 itu disambut Ketua DPD Partai Golkar Jabar Tb Ace Hasan Syadzily dan Sekretaris MQ Iswara. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - DPD PDIP Jabar melakukan silaturahmi ke DPD Partai Golkar Jabar untuk bersilaturahmi sekaligus membawa misi penting yakni membuka kans koalisi menghadapi Pilkada 2024.

Kunjungan pengurus teras PDIP Jabar yakni Ono Surono, Ketut Sustiawan dan Ineu Purwadewi Sundari pada Minggu 5 Mei 2024 itu disambut Ketua DPD Partai Golkar Jabar Tb Ace Hasan Syadzily dan Sekretaris MQ Iswara.

Ketua PDIP Jabar Ono Surono menjelaskan, menjelang Pilkada 2024 pihaknya terus melakukan komunikasi dengan partai politik dan tokoh masyarakat, termasuk Golkar.

"Hari ini kami bersilaturahmi ke Partai Golkar Jawa Barat. Bisa dibilang ini merupakan halalbihalal antara petinggi PDIP Jabar dengan Partai Golkar," ujarnya usai silaturahmi.

Dalam silaturahmi itu, Oni mengaku ada misi politik yang dibawa. Yakni, terkait agenda politik pelaksanaan Pilkada 2024 serentak yang akan berlangsung pada 27 November mendatang.

"Saya sadar betul Jawa Barat adalah provinsi yang besar, sangat dinamis dan masih cair. Pasti untuk membangun Jawa Barat yang lebih baik, harus berkoalisi karena dengan perolehan kursi DPRD Provinsi saat ini tidak bisa memenuhi ketentuan minimal persyaratan pencalonan 20% DPRD Provinsi Jabar, begitu pula di 27 kabupaten/ota," ucapnya.

Dia melanjutkan, di Jabar ada basis PDIP dan basis Golkar. Demikian pula daerah pemenangan, dimana masing-masing memilikinya.

"Ada daerah yang incumbent-nya Partai Golkar, ada juga incumbent-nya PDIP. Terlebih juga di 27 kabupaten/kota masih banyak PR yang harus dikerjakan bersama-sama," imbuhnya.

Melihat hal ini, lalu ditambah juga dengan adanya ideologi yang sama antara PDIP dan Golkar, yaitu nasionalis berasaskan Pancasila. Maka dari itu, pihaknya ingin membuka peluang berkoalisi guna menyelesaikan permasalahan masyarakat di Jabar.

Khususnya ketimpangan pembangunan kata dia, antara kawasan utara dan selatan yang diharapkannya dapat segera diatasi. Termasuk menggenjot potensi, salah satunya BIJB Kertajati di Kabupaten Majalengka.

"Ini yang harus kita lakukan bersama-sama dan tentu kita berharap terpilihnya gubernur dan wakil gubernur, bupati/wakil bupati, wali kota/wakil wali kota dapat menyelesaikan segala permasalahan di Jabar," harapnya.

Lebih jauh Ono menegaskan, PDIP akan lebih fleksibel memasang kadernya dalam Pilgub Jabar, kendati memiliki daya tawar cukup baik dengan modal 17 kursi di DPRD tingkat provinsi.

"PDIP akan fleksibel dan tidak saklek untuk memasang kadernya men­jadi cagub Jabar. Bisa di nomor 1 atau 2," terangnya.

Sementara itu, Ketua Partai Golkar Jabar Tb Ace Hasan Syadzily mengatakan pihaknya menyambut baik silaturahmi politik yang dilakukan jajaran pengurus DPD PDIP Jabar.

Terlebih, kata Ace, pada Pilpres 14 Februari lalu PDIP dan Partai Golkar berseberangan lantaran berbeda pilihan.

"Alhamdulillah setelah bersaing pada Pilpres, sekarang kami bisa bersanding. Ini merupakan kunjungan kehormatan bagi Partai Golkar," ungkap Ace.

Dia menambahkan, komunikasi antarpartai politik sangat penting, apalagi demi kemajuan Jabar. Terlebih bagi Partai Golkar dan PDIP yang memiliki platform kebangsaan yang sama.

Ace menambahkan, pihaknya menghormati mekanisme internal dari partai masing-masing dan kemungkinan terjadinya kerjasama politik antar kedua partai.

"Kunjungan ini merupakan pembuka dan upaya komunikasi dan kami menyepakati bahwa penentu kebijakan sepenuhnya diserahkan kepada DPP. Tetapi komunikasi politik antara kami dua partai ini di daerah tentu tetap harus terjalin," tandasnya. (yuliantono)


Editor : Doni Ramdhani