Perebutkan Kursi Ketua Golkar Kabupaten Cirebon, Empat Nama Diprediksi Bersaing
Bursa calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cirebon mulai menghangat menjelang Musda. Diprediksi sedikitnya empat kader berpeluang maju dalam kontestasi itu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Bursa calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cirebon mulai menghangat menjelang Musyawarah Daerah (Musda). Diprediksi sedikitnya empat kader berpeluang maju dalam kontestasi tersebut.
Ketua Bapilu DPD Partai Golkar Kabupaten Cirebon Juhadi Bungsu menyebut empat nama yang diperkirakan akan bersaing yakni Dia Ramayana, Teguh Rusiana Merdeka, Anton Maulana, dan Sunandar Priowudarmo.
"Prediksi saya ada empat nama yang akan meramaikan, yakni Mba Dia, Mas Teguh, Pak Anton, dan Mas Prio. Keempatnya memiliki kapasitas dan elektabilitas yang mumpuni," kata Juhadi Bungsu, Kamis 6 Agustus 2026.
Menurutnya, masing-masing figur memiliki rekam jejak politik yang menjadi modal untuk memimpin Partai Golkar Kabupaten Cirebon. Teguh Rusiana Merdeka dinilai berpengalaman sebagai mantan Ketua DPD Golkar Kabupaten Cirebon dan dua periode menjadi anggota DPRD.
Sementara itu, Dia Ramayana dinilai memiliki modal politik yang kuat setelah sebelumnya memperoleh rekomendasi DPP Partai Golkar untuk maju sebagai bakal calon wakil bupati pada Pilkada.
Anton Maulana dikenal sebagai politisi senior yang telah dua periode menjadi anggota DPRD, sedangkan Sunandar Priowudarmo merupakan kader senior yang pernah menjabat Ketua DPD Golkar Kabupaten Cirebon, Wakil Ketua DPRD, dan kini menjadi pengurus DPD Golkar Jawa Barat.
Meski demikian, Juhadi menegaskan Musda tetap terbuka bagi seluruh kader yang memenuhi persyaratan untuk mencalonkan diri sebagai ketua.
Menanggapi hasil Pilkada 2024, Juhadi menilai belum berhasilnya kader Golkar memenangkan kontestasi tidak menutup peluang bagi figur yang pernah maju untuk kembali memimpin partai.
"Politik itu investasi. Kandidat yang pernah maju masih layak ditarungkan lagi. Itu bukan ukuran tunggal," ujarnya.
Dia juga mengakui perolehan suara Partai Golkar pada Pemilu Legislatif 2024 mengalami penurunan dibandingkan pemilu sebelumnya, meski jumlah kursi di DPRD Kabupaten Cirebon tetap bertahan.
"Capaian hasil pemilu menjadi salah satu indikator evaluasi dalam politik, dan itu tentu akan menjadi bahan pembahasan dalam Musda," katanya.
Terkait pelaksanaan Musda, Juhadi mengatakan persiapan mulai dimatangkan. Pengurus DPD Golkar Kabupaten Cirebon dijadwalkan menggelar rapat setelah proses kepengurusan DPD Golkar Jawa Barat selesai.
"Saya berharap Musda Kabupaten Cirebon dapat digelar pada akhir Agustus 2026," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani


