Edi Rusyandi Terpilih Aklamasi Duduki Kursi Ketua DPD Partai Golkar KBB
Secara aklamasi, Musda V memilih Edi Rusyandi sebagai ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat (KBB) periode 2025-2030.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Edi Rusyandi resmi menakhodai DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat (KBB) selama periode 2025-2030 usai terpilih secara aklamasi di Musda V di Hotel Mason Pine, Padalarang, Minggu (2/8/2026).
Edi mengungkapkan, capaian Partai Golkar KBB selama ini harus menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih besar.
"Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Kata Nabi, kalau hari ini sama dengan kemarin itu rugi. Prestasi Golkar sudah baik, tetapi harus terus kita tingkatkan lagi," kata Edi, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, keberhasilan partai tak cuma bergantung pada sosok ketua, namun hasil kolaborasi seluruh kader.
Edi berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh keluarga besar Golkar untuk menyampaikan gagasan dan berkontribusi dalam pembangunan organisasi.
"Tidak cukup hanya pikiran ketua. Kita harus mengakomodasi pikiran, harapan, dan cita-cita seluruh keluarga besar Golkar di Kabupaten Bandung Barat," katanya.
Tak cuma itu, kepengurusan Partai Golkar ke depan harus mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan politik, terutama menghadapi meningkatnya jumlah pemilih muda pada Pemilu mendatang.
Menurutnya, regenerasi menjadi langkah strategis agar Golkar tetap relevan dan mampu menarik minat generasi muda untuk berkiprah di dunia politik.
"Sudah menjadi keniscayaan Golkar harus beradaptasi dengan kondisi masyarakat hari ini. Anak muda akan menjadi segmen terbesar pada pemilu mendatang," tuturnya.
"Karena itu, mereka harus mendapat ruang yang terhormat untuk mengaktualisasikan harapan dan cita-cita politiknya melalui Partai Golkar," sambungnya.
Edi memastikan regenerasi kepengurusan akan menjadi salah satu program prioritas selama masa kepemimpinannya di DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat.
Sementara itu, Ketua DPD Golkar Jabar Daniel Mutaqien Syafiuddin menilai berbagai perbedaan pandangan yang muncul menjelang dan selama acara merupakan hal wajar sebagai tanda kedewasaan organisasi, bukan bentuk perpecahan yang patut dikhawatirkan.
"Perbedaan justru menjadi modal memperkuat persatuan, bukan merusak soliditas partai dalam menyongsong agenda politik berat ke depan," kata Daniel.
Daniel menggarisbawahi pentingnya ketaatan pada mekanisme organisasi guna mencegah gesekan berkepanjangan.
Terkait isu pergantian pimpinan kecamatan yang sempat mencuat kontroversial, ia menegaskan setiap perubahan kepengurusan wajib mengikuti aturan dan mendapat persetujuan jenjang di atasnya, tidak boleh dilakukan sepihak tanpa alasan sah seperti berhalangan tetap.
"Musda ini pun diposisikan sebagai momen krusial menyatukan visi, memadatkan barisan, dan menyusun peta jalan strategi guna menargetkan lonjakan perolehan suara serta kemenangan di Pemilu dan Pilkada mendatang," paparnya.
Editor : Doni Ramdhani

