Pilbup Bandung Barat 2024, Edi Rusyandi Tanggalkan Jabatan Anggota DPRD Jabar 

Atmosfer Pilbup Bandung Barat 2024 kian menghangat. Kabarnya, salah seorang bakal calon Edi Rusyandi rela menanggalkan jabatannya sebagai anggota DPRD Jabar.

Pilbup Bandung Barat 2024, Edi Rusyandi Tanggalkan Jabatan Anggota DPRD Jabar 
Sebagai tokoh muda dari Partai Golkar, Edi Rusyandi baru saja terpilih kembali sebagai anggota DPRD Jabar untuk periode 2024-2029. Namun, demi Pilbup Bandung Barat 2024 dia rela melepaskan kursi di parlemen. (agus satianegara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Atmosfer Pilbup Bandung Barat 2024 kian menghangat. Kabarnya, salah seorang bakal calon Edi Rusyandi rela menanggalkan jabatannya sebagai anggota DPRD Jabar.

Sebagai tokoh muda dari Partai Golkar, Edi Rusyandi baru saja terpilih kembali sebagai anggota DPRD Jabar untuk periode 2024-2029. Namun, demi Pilbup Bandung Barat 2024 dia rela melepaskan kursi di parlemen.

Pada Pemilu 2024 lalu, Edi Rusyandi mendulang lebih dari 72 ribu suara. Dengan jumlah suara itu, politisi Golkar itu kembali terpilih menjadi anggota DPRD Jabar untuk periode kedua. Namun, tokoh yang lahir dan dibesarkan di Kecamatan Cipongkor ini mendapat surat tugas dari DPP Partai Golkar untuk bertarung di Pilbup Bandung Barat 2024.

Lantaran hal itu, sesuai aturan bagi anggota dewan yang maju di Pilkada harus mengundurkan diri dari jabatannya. Tak hanya itu, banyak kalangan yang meragukan Edi Rusyandi bakal terus maju di Pilbup Bandung Barat 2024. Sebab, dengan aturan mundur sebagai anggota Dewan akan merugikannya, mengingat ketika maju di kontestasi Pilkada belum ada jaminan akan terpilih.

"Saya siap mengundurkan diri sebagai anggota DPRD Jabar. Ini konsekuensi yang harus saya terima demi menjalankan amanat partai untuk maju di Pilbup Bandung Barat 2024," kata Edi Rusyandi, Kamis 13 Juni 2024.

Dia mengakui, keputusan mundur dari jabatan bukan kali pertama dilakukannya. Ketika memutuskan terjun dalam dunia politik, mantan Ketua PMII ini juga rela mundur sebagai ASN di Kementrian Agama (Kemenag) KBB.

"Tak sekadar menjalankan amanah partai, saya sebagai putra daerah merasa prihatin dengan kondisi Bandung Barat saat ini. Bandung Barat sedang tidak baik-baik saja," ujarnya.

Saat ini, lanjut Edi Rusyandi, Bandung Barat tengah berada di titik nadir terendah sejak berdiri 2007 lalu. Carut marut tata kelola pemerintahan, kebutuhan pelayanan dasar masyarakat hingga kasus korupsi kian menggeser tujuan pemekaran.

"Padahal Bandung Barat didirikan memiliki tujuan mulia meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Tapi apa yang dicita-citakan para tokoh pemekaran masih jauh dari harapan, makanya saya ingin KBB on the track," tandasnya.

Sesuai tahapan Pilkada 2024 bahwa pendaftaran sebagai calon bupati pada 27 Agustus 2024. Sementara Edi baru akan dilantik sebagai anggota DPRD Jabar periode 2024-2029 pada awal September 2024. Sehingga Edi yang dijuluki 'si Bocah Ajaib' ini tak akan sempat dilantik.

"Tak masalah bagi saya untuk mundur, ini sudah  menjadi keputusan final melalui sejumlah pertimbangan yang sangat matang," ujarnya.


Editor : Doni Ramdhani