Cabup Nomor 4 Edi Rusyandi Bakal Lakukan Pemerataan Pembangunan dengan Konsep ini

Sejumlah program prioritas terus digaungkan calon Bupati Bandung Barat nomor urut 4, Edi Rusyandi, salah satunya pemerataan pembangunan dengan konsep membangun dari pinggiran.

Cabup Nomor 4 Edi Rusyandi Bakal Lakukan Pemerataan Pembangunan dengan Konsep ini
Sejumlah program prioritas terus digaungkan calon Bupati Bandung Barat nomor urut 4, Edi Rusyandi, salah satunya pemerataan pembangunan dengan konsep membangun dari pinggiran./Agus Satia Negara

INILAHKORAN, Ngamprah - Sejumlah program prioritas terus digaungkan Calon Bupati Bandung Barat nomor urut 4, Edi Rusyandi, salah satunya pemerataan pembangunan dengan konsep membangun dari pinggiran.

Dalam perjalanannya, Calon Bupati dengan akronim EDUN (Edi Rusyandi-Unjang Asari) itu bakal memprioritaskan ketersediaan infrastruktur pendidikan, kesehatan, dan layanan dasar masyarakat di wilayah pelosok Bandung Barat.

"pembangunan di Bandung Barat masih terjadi ketimpangan baik dari sisi lokasi atau pun kelompok penerima," kata Edi Rusyandi belum lama ini.

Oleh karena itu, dengan konsep membangun dari pinggiran Edi bakal mengutamakan daerah pedesaan yang belum tersentuh pembangunan serta memprioritaskan kelompok marjinal yakni kaum miskin, petani, petani, pedagang kecil, dan kaum disabilitas. 

"Saya punya tekad membangun Bandung Barat dari pinggiran. Artinya dari lokasi fokus ke pelosok dan pedesaan yang belum tersentuh," jelas Edi.

"Kemudian secara filosofis membangun dari pinggiran berarti memprioritaskan kelompok marjinal," kata Calon Bupati Bandung Barat yang diusung Partai Golkar, PKB, PPP, PBB, PSI, PKN, Garuda, Hanura, dan Partai Ummat ini.

Tak cuma itu, Edi menyebut, kondisi di pelosok Bandung Barat jauh dari akses kesehatan, pendidikan, dan layanan dasar lainnya. Pasalnya, warga mesti mengeluarkan biaya dan tenaga sangat besar untuk mendapatkan layanan tersebut. 

Oleh karena itu, tegas Edi, kehadiran pemerintah diperlukan agar layanan dasar bisa mudah dijangkau. 

"Beberapa pelosok Bandung Barat seperti Gununghalu, Rongga, Cipatat, Cipeundeuy, dan wilayah lain jauh dari layanan dasar seperti akses ke pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan pemerintah," sebutnya.

"Makanya pembangunan kita harus fokus menghadirkan kemudahan itu," tambahnya. 

Lebih jauh Edi menuturkan, di wilayah pinggiran dirinya bertekad membangun layanan kesehatan, sekolah, hingga Infrastruktur jalan. 

Untur pemberdayaan, ungkap Edi, dirinya akan mendorong pengembangan potensi destinasi wisata masing-masing daerah serta melakukan pembinaan usaha kecil agar naik kelas. Termasuk, dari sektor sumber daya manusia (SDM), pembangunan akan memprioritaskan kelompok miskin dan papa. 

"Kita perlu membangun pengembangan destinasi wisata sesuai potensi masing-masing daerah agar tak tersentralisasi di wilayah tersebut," ujarnya.

"Artinya prinsip membangun dari pinggiran bisa mewujudkan pemerataan," pungkasnya. *** 


Editor : JakaPermana