Sinergitas TNI-Polri dan Tokoh Masyarakat Siap Hadapi Perang Asimetris
Di era digitalisasi dan revolusi industri 4.0 perang asimetris atau non konvesional menjadi satu diantara yang harus diwaspadi TNI-Polri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung-Di era digitalisasi dan revolusi industri 4.0 perang asimetris atau non konvesional menjadi satu diantara yang harus diwaspadi TNI-Polri.
Pasalnya, perang asimetris lebih berbahaya dikarenakan tidak terlihat wujudnya, namun sangat terasa dampaknya, satu diantaranya melalui berita hoaks atau bohong yang dapat memecah keutuhan bangsa.
Demikian disampaikan, Panglima Kodam (Pangdam) III/Siliwangi Mayjen Tri Soewandono usai kegiatan HUT TNI Ke-74 di lapangan Gasibu, Kota Bandung, Sabtu (5/10/2019).
"Tadi sudah ada sambuatan dari panglima yah intinya bahwa untuk lawan kita menganggotakan cyber yang perlu. Tapi masyarakat perlu bahwa kita untuk menyadari bahwa jangan kita percaya dengan hoax. Kita tahu serangan hoax bagian dari pada perang cyber yah," ucap Pangdam Tri.
Lebih lanjut, Pangdam Tri menegaskan, kolaborasi antara TNI-Polri harus senantiasa terjalin dalam bahu membahu menjaga keutuhan negara kesatuan republik indonesia (NKRI). Terlebih, sinergitas dalam perang siber sangat diperlukan untuk menjaga keutuhan bangsa.
"Sinergitas TNI-Polri tetep solid dan sinergis tetep selamanya, bukan hanya TNI-Polri, dengan masyarakat, tokoh masyarakat juga perlu," ujar Pangdam Tri.
Ditemui ditempat yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, di Hari Jadi TNI Ke-74, dirinya meyakini, sinergitas antara TNI-Polri serta tokoh masyarakat akan menjadikan situasi keamanan di Jawa Barat kondusif.
"Soliditas TNI darat, laut, udara, sistem pertahanan kita membuat rasa aman nyaman bagi warga Jabar. Apalagi sinergitas khususnya dengan polri, di tambah dengan pemimpin politik ketua DPRD yang baru pak Taufik, kami meyakini pada kedepannya Jabar insya Allah masyarakat yang cinta NKRI, yang guyub," tutur Emil sapaan akrab Ridwan Kamil.
Emil juga menambahkan, sinergitas yang terjalin antara semua elemen (TNI-Polri, Tokoh Masyarakat) membuat dirinya yakin, bahwasannya masyarakat jabar siap menghadapi perang informasi atau tidak mudah terhasut berita hoax atau bohong.
"Masyarakat siap menghadapi perang baru yaitu perang informasi," pungkasnya.
Perlu diketahui, dalam kegiatan tersebut tampak hadir juga Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Sufahriadi, Ketua DPRD Jabar, Taufik Hidayat dan tamu undangan lainnya. (Ridwan Abdul Malik)
Editor : JakaPermana

