Sirine Peringatan Bencana Tiba-tiba Menggema di Cimahi Techno Park, Ada Apa?
Suara nyaring sirine tanda peringatan bencana alam tiba-tiba aktif dan menggema di kawasan Cimahi Techno Park (CTP) di Jalan Baros Utama, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi pada Kamis 22 Mei 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Suara nyaring sirine tanda peringatan bencana alam tiba-tiba aktif dan menggema di kawasan Cimahi Techno Park (CTP) di Jalan Baros Utama, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi pada Kamis 22 Mei 2025.
Puluhan orang berlarian keluar dari gedung yang berfungsi sebagai hub untuk membangun sinergi dan pertumbuhan interaksi antarunsur kelembagaan (academic–business–government–community-media) itu.
Terlihat deretan mobil ambulance, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, kepolisian dan forum kebencanaan di wilayah Kota Cimahi. Mereka membantu mengevakuasi pegawai dan warga untuk menyelamatkan diri dari bencana gempa bumi.
Sejumlah korban yang terluka ditandu dan langsung dibawa dengan ambulance untuk segera mendapatkan penanganan medis. Sementara, puluhan lainnya dievakuasi di titik kumpul tepat di depan Gedung CTP.
Meski begitu, kondisi tersebut hanya sebuah simulasi kebencanaan yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi dalam rangkaian peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional yang jatuh pada 26 April.
"Ini merupakan kegiatan simulasi jika terjadi bencana, seperti gempa bumi di Kota Cimahi," kata Wali Kota Cimahi, Ngatiyana saat ditemui disela kegiatan, Kamis 22 Mei 2025.
Dengan adanya simulasi kebencanaan seperti ini, ungkap Ngatiyana, masyarakat tidak kebingungan lantaran mengetahui cara evakuasi, cara melakukan pertolongan pertama dan cara penanganannya.
"Jadi masyarakat tahu langkah dan penanganan yang harus dilakukan terhadap korban bencana apakah harus dibawa ke rumah sakit atau bisa ditangani secara langsung," ungkapnya.
Ngatiyana menjelaskan, Cimahi merupakan salah satu kota yang masuk jangkauan potensi bencana Sesar Lembang yang bisa terjadi kapan saja.
"Mudah-mudahan tidak terjadi, tapi tetap sedia payung sebelum hujan. Jika hal itu terjadi kita sudah memberikan ilmu kepada masyarakat tentang mitigasi bencana agar bisa memberikan pertolongan pertama," jelasnya.
Sementara itu, jelas Ngatiyana, terkait dengan logistik yang dimiliki BPBD pihaknya memastikan siap digunakan apabila dibutuhkan setiap saat jika terjadi bencana.
"Makanan, minuman, dapur umum dan semuanya sudah siap di BPBD," ucapnya.
"Selain itu dalam mengatasi bencana semuanya satu suara segera bergerak melakukan pertolongan pertama kepada korban di tempat yang terkena bencana," ujarnya.
Selain itu, BPBD Kota Cimahi juga didukung penuh BNPB Jawa Barat, sehingga bakal ada relawan yang sudah siap membantu tatkala terjadi bencana di suatu wilayah.
"Upaya yang kita lakukan, yakni dengan menentukan titik kumpul untuk penyelamatan pertama. Termasuk, jalur evakuasi dan marka bencana juga dipasanga di tempat-tempat rawan," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

