Siskamling Kota Bandung Malam yang Siaga dari Maling hingga Banjir

Siskamling di Kota Bandung kini tidak sekadar berkeliling untuk menjaga keamanan malam. Program yang sebelumnya identik dengan ronda itu, berevolusi menjadi mekanisme mitigasi bencana dan pengawasan lingkungan.

Siskamling Kota Bandung Malam yang Siaga dari Maling hingga Banjir

INILAHKORAN.ID - siskamling di kota bandung kini tidak sekadar berkeliling untuk menjaga keamanan malam. Program yang sebelumnya identik dengan ronda itu, berevolusi menjadi mekanisme mitigasi bencana dan pengawasan lingkungan.

“Keamanan itu bukan hanya soal maling. Lingkungan yang kotor, saluran mampet, pohon rawan tumbang dan buangan sampah sembarangan itu semua ancaman. Jadi siskamling harus berkembang,” kata Wali kota bandung, Muhammad Farhan, Rabu 10 Desember 2025.

Ia menjelaskan, sejak reformasi format siskamling. Warga tidak hanya berjaga. Mereka juga menyampaikan data lapangan melalui forum dengar pendapat berbasis fakta. Dengan begitu, pemerintah bisa menindaklanjuti persoalan nyata bukan sekadar laporan verbal.

Sebagai contoh, data yang dikumpulkan warga RW 05 Kelurhan Merdeka menunjukkan risiko signifikan. Wilayah itu memiliki lebih dari 4.000 pohon yang berpotensi tumbang saat angin kencang. 

"Selain itu, banjir berulang terjadi di RT 1 dan RT 2 akibat penyempitan saluran air di Jalan Ahmad Yani. Meski warga telah menyuarakan persoalan ini sejak Musrenbang 2020, realisasinya belum terlihat," ucapnya.

Farhan menegaskan akan turun langsung ke lapangan. “Kita akan cek drainase dan lokasi banjir. Jangan tunggu hujan besar berikutnya,” ujar dia.

Isu lain yang muncul, dituturkan ia adalah TPS liar di Gudang Selatan. Banyak sampah dibuang sembarangan oleh pelaku usaha dan kantor. RW memasang CCTV untuk memantau, dan hasilnya menunjukkan mayoritas pelanggar bukan warga setempat.

“Ini siskamling level baru. Bukan hanya jaga dari maling, tapi juga jaga lingkungan dari pelaku pembuangan sampah ilegal,” jelasnya.

Kata Farhan, RW 05 Kelurahan Merdeka juga menampilkan inovasi pengelolaan sampah organik melalui hanggar maggot, dengan kapasitas hingga 500 kilogram per hari. Ketika siklus larva terganggu, kapasitas turun menjadi 200 kilogram. Untuk mengatasinya, RW mengembangkan plasma maggot percontohan yang menambah kapasitas hingga 100 kilogram per hari.

Sambung ia, kota bandung tengah menyiapkan status tanggap darurat sampah. Langkah RW 05 sejalan dengan kebijakan tersebut, sekaligus memperlihatkan bagaimana siskamling bisa menjadi instrumen kesiapsiagaan kota yang lebih luas.

Farhan menegaskan, pendekatan berbasis data ini akan diterapkan ke seluruh wilayah kota bandung. “kota bandung tidak bisa dikelola dari kantor. kota bandung harus dikelola dari RW, dari data, dari aksi. RW 05 Kelurahan Merdeka membuktikan partisipasi warga adalah kunci,” tandas dia.


Editor : Ahmad Sayuti