Inilah, Bandung- Siswa-siswi Kelas 3 SMP Dewi Sartika, Kota Bandung menulis Surat Cinta untuk Inggit Garnasih, Kamis (14/2).
Kegiatan ini dalam rangka Peringatan Bulan Cinta Ibu Bangsa Inggit Garnasih yang digelar Sakola Ra’jat Iboe Inggit Garnasih.
Gatot Gunawan dari Sakola Ra’jat Iboe Inggit Garnasih mengatakan kegiatan ini merupakan gelaran yang ketiga kali, sebelumnya di SDN Astanaanyar 249, dan SDN Kopo 143.
"Tahun kali ini menjadi sangat istimewa, karena diselenggarakan di dalam bangunan bersejarah yang didirikan oleh Ibu Rd. Dewi Sartika (Pahlawan Nasional) pada tahun 1910," katanya.
Kegiatan “Menulis Surat Cinta Untuk Ibu Bangsa” ini menjadi agenda tahunan dalam rangkaian kegiatan Peringatan Bulan Cinta Ibu Bangsa Inggit Garnasih. Sasarannya, sekolah-sekolah di kota Bandung, mulai SD, SMP, hingga SMA.
Menurut Gatot, sepeninggal Ibu Inggit Garnasih pada 1984 ditambah adanya upaya de-Sukarnoisasi pada masa Orde Baru, nama Ibu Inggit Garnasih pun surut perlahan. Itu belum ditambah minimnya narasi sejarah ataupun cerita lisan dari para sepuh terdahulu tentang sosok Ibu Inggit Garnasih.
"Nama beliau terlupakan dari memori kolektif masyarakat, hingga hari ini masih banyak orang yang tidak mengetahui akan peran, perjuangan dan jasa dari seorang perintis kemerdekaan yang bernama Ibu Inggit Garnasih," ujarnya.
Dia menambahkan jika kita gali lebih jauh kisah hidup Ibu Inggit, beliau banyak meninggalkan pesan moral dan keteladanan bagi seluruh rakyat Indonesia yang tentu akan sangat berguna dalam menjalani hidup ini.
"Tanpa mengesampingkan jasa-jasa pahlawan lainnya, melalui kegiatan ini Sakola Ra’jat Iboe Inggit Garnasih terus berupaya untuk selalu menebarkan kisah-kisah Ibu Inggit Garnasih sebagai bentuk merawat ingatan masyarakat kepada sosok Ibu Bangsa," katanya.
Selain itu, Sakola Ra’jat Iboe Inggit Garnasih juga mengajak seluruh elemen masyarakat baik komunitas ataupun organisasi lainnya di Jawa Barat khususnya kota Bandung untuk turut serta menyelenggarakan Peringataan Bulan Cinta Ibu Bangsa Inggit Garnasih ini.
"Sudah selayaknya pada bulan yang penuh kasih ini menjadi momentum untuk mencurahkan cinta kita kepada sosok Ibu Inggit Garnasih dan pejuang lainnya yang turut andil dalam mendirikan dan menegakkan republik ini, bukan kepada Dilan atau Valentine," pungkasnya.