Situasi Kemanusiaan di Afghanistan Masih Menyedihkan: Ini Kata UNHCR

Situasi kemanusiaan di Afghanistan masih menyedihkan sehingga negara itu butuh dukungan berkelanjutan dari komunitas internasional.

Situasi Kemanusiaan di Afghanistan Masih Menyedihkan: Ini Kata UNHCR
Orang-orang mengadakan pawai protes terhadap keputusan Taliban untuk memaksa mereka meninggalkan rumah mereka di Kandahar, Afghanistan, Selasa, 14 September 2021.

INILAHKORAN, Singapura – Situasi kemanusiaan di Afghanistan masih menyedihkan. Afghanistan membutuhkan dukungan mendesak dan berkelanjutan dari komunitas internasional.

Dukungan berkelanjutan itu untuk mencegah krisis kemanusiaan yang lebih besar, kata Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) Filippo Grandi.

"Situasi kemanusiaan di Afghanistan masih menyedihkan," kata Grandi dalam sebuah pernyataan setelah kunjungan tiga hari ke negara Asia Selatan itu.

Baca Juga: Yakinkan Dunia Taliban Telah Berubah: Izinkan Perempuan Afghanistan Belajar, tapi Ini Aturannya

"Jika layanan publik dan ekonomi runtuh, kita akan melihat penderitaan yang lebih besar, ketidakstabilan, dan perpindahan baik di dalam maupun di luar negeri," ujar dia dalam pernyataan pada Rabu, 15 September 2021.

Karena itu, Filippo Grandi menyeru masyarakat internasional untuk terlibat dengan Afghanistan dan dengan cepat mencegah krisis kemanusiaan yang jauh lebih besar, yang tidak hanya memiliki implikasi regional tetapi juga global.

Bahkan sebelum Taliban mengambil alih Afghanistan bulan lalu, kata Filippo Grandi, lebih dari 18 juta warga Afghanistan atau sekitar setengah dari populasinya, membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Baca Juga: Taliban Akan Larang Wanita Afghanistan Lakukan Aktivitas Olahraga, Ini Alasannya

Lebih dari 3,5 juta warga Afghanistan sudah mengungsi di negara yang sedang berjuang melawan kekeringan dan pandemi COVID-19.

Kemiskinan dan kelaparan telah meningkat sejak pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban, dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan pada konferensi bantuan internasional pekn ini bahwa warga Afghanistan menghadapi "mungkin saat yang paling berbahaya".

Para donor pada konferensi tersebut menjanjikan lebih dari 1,1 miliar dolar AS (sekitar Rp15,7 triliun) untuk membantu Afghanistan. (Antara).***


Editor : inilahkoran