SMAN 12 Bandung Diserbu Pendaftar, 2.480 Calon Murid Berebut 504 Kursi di SPMB 2026
Persaingan masuk sekolah negeri berlangsung ketat. Di SMAN 12 Bandung, pendaftar pada SPMB 2026 mencapai 2.480 orang, sementara kuotanya hanya 504 kursi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Persaingan masuk sekolah negeri di Kota Bandung berlangsung ketat. Di SMAN 12 Bandung, jumlah pendaftar pada SPMB 2026 mencapai sekitar 2.480 orang, sementara kursi yang tersedia hanya 504 kuota.
Wakil Kepala Bidang Humas SMAN 12 Bandung Muhamad Henrick Cahyanto menuturkan, dari hasil Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) dan SPMB tahap 1 2026, sebanyak 2.480 calon murid yang mendaftar. Sementara daya tampung hanya 504 kursi.
Data tersebut menunjukkan lebih dari 1.900 calon murid dipastikan tidak tertampung di sekolah tersebut. Tingginya angka pendaftar, menjadi gambaran masih besarnya minat masyarakat terhadap sekolah negeri.
Henrick menambahkan, meski animo tinggi pelaksanaan SPMB 2026 di SMAN 12 Bandung berjalan lancar. Meski ada keluhan, namun diakuinya tidak signifikan.
"Terkait pelaksanaan SPMB di SMAN 12, secara umum pelaksanaan SPMB pada tahun 2026 di SMAN 12 Bandung berjalan dengan baik dan lancar," ujar Henrick saat dihubungi INILAHKORAN.ID, Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, kendala yang ada dari calon murid maupun orang tua hanya berupa penjelasan mengenai persyaratan administrasi dan mekanisme pendaftaran.
"Ada beberapa calon murid ataupun orang tua yang sempat meminta penjelasan terkait persyaratan administrasi, bagaimana mekanisme pendaftarannya, serta pemahaman terhadap jalur penerimaan yang tersedia," katanya.
Seluruh persoalan tersebut, lanjut Henrick, dapat diselesaikan melalui layanan informasi yang disiapkan sekolah sehingga tidak mengganggu tahapan seleksi.
"Alhamdulillah seluruh pertanyaan dan kendala tersebut kami bisa menangani melalui layanan informasi ataupun dari PPID. Sehingga tidak menghambat proses pendaftaran," ucapnya.
Henrick mengungkapkan, sebagian calon murid masih mengunggah berkas dalam bentuk foto atau gambar, padahal sistem merekomendasikan dokumen berbentuk PDF.
"Dalam pelaksanannya ada beberapa kendala teknis yang bersifat umum, seperti calon murid yang masih memerlukan pendampingan dalam proses pengunggahan," ujarnya.
Meski demikian, panitia sekolah dapat mengatasi persoalan tersebut dengan cepat sehingga proses seleksi tetap berjalan sesuai jadwal.
SMAN 12 Bandung sejatinya mengajukan daya tampung sebanyak 432 peserta didik yang terbagi dalam 12 rombongan belajar. Namun, status sekolah sebagai penyangga di wilayah Kiaracondong membuat sekolah memperoleh tambahan kuota domisili penyangga.
"Daya tampung yang kami ajukan ke dinas itu sebanyak 432 peserta didik, yang terdiri dari 12 kelas. Yang masing-masing rombel itu berisi 36 peserta didik," kata Henrick.
Dia menjelaskan, sekolah mendapat tambahan enam kursi di setiap kelas sehingga total kuota meningkat menjadi 504 siswa.
"Sehingga kalau kita jumlahkan 432 ditambah 72 itu total kuotanya di 504 peserta didik," katanya.
Tingginya minat masyarakat, membuat sebagian besar kursi di SMAN 12 Bandung sudah terserap sejak tahapan PCMB.
"Mungkin hampir 86 persen yang sudah terserap di PCMB," ungkap Henrick.
Saat ini kuota yang tersisa untuk SPMB tahap 2, mayoritas berada di jalur afirmasi. Di antaranya satu kursi untuk jalur Cerdas Istimewa Bakat Istimewa (CIBI), sekitar 45 kursi untuk Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM), serta delapan kursi bagi Murid Berkebutuhan Khusus (MBK).
Secara keseluruhan, sisa kuota yang masih tersedia diperkirakan sekitar 70 kursi yang tersebar pada beberapa jalur penerimaan.
Membeludaknya jumlah pendaftar di SMAN 12 Bandung, menjadi potret masih tingginya ketergantungan masyarakat terhadap sekolah negeri. Meski kuota sudah ditambah melalui skema sekolah penyangga, jumlah kursi yang tersedia tetap jauh di bawah angka peminat.
Sebab itu, Henrick berharap pelaksanaan SPMB 2026 tetap menjunjung prinsip keadilan dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon murid.
"Kami berharap pelaksanaan SPMB tahun ini dapat berlangsung secara objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Sehingga memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon murid sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya.
Dia menambahkan, sekolah berharap proses SPMB yang tertib mampu menjaring peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan potensi nonakademik yang kuat.
"Selain itu kami juga berharap, masyarakat dapat memahami mekanisme dan ketentuan SPMB dengan baik. Sehingga proses pendaftaran dapat berjalan dengan lancar," tutupnya.
Editor : Doni Ramdhani

