SMKN 13 Bandung Membuat Hand Sanitizer

Masyarakat di Indonesia khususnya Jawa Barat kini dituntut agar membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

SMKN 13 Bandung Membuat Hand Sanitizer
Laboratorium Sekolah Menegah Kejuruan Negeri (SMKN) 13 Kota Bandung. (okky adiana)

INILAH, Bandung - Masyarakat di Indonesia khususnya Jawa Barat kini dituntut agar membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Tujuannya tidak lain untuk pencegahan pandemik virus corona atau Covid-19.

Salah satu PHBS yaitu dengan sering melakukan cuci tangan dengan sabun ataupun hand sanitizer. Hand sanitizer sendiri merupakan antiseptik yang bisa membantu membunuh mikroba yang menempel pada tangan. Terlebih hand sanitizer bisa dibawa ke mana-mana dan praktis, karena kemasannya yang berukuran kecil.

Namun kini hand sanitizer sulit didapat. Kalaupun ada, dijual di toko online harganya melambung tinggi. Hal itu dikarenakan karena banyaknya permintaan dari masyarakat.

Melihat hal itu Sekolah Menegah Kejuruan Negeri (SMKN) 13 Kota Bandung tergerak memberikan sumbangsihnya, dengan memproduksi hand sanitizer oleh siswa-siswi kompetensi keahlian Analisis Kimia.

Guru PKK SMKN 13 Kota Bandung Ina Marina mengatakan bahwa siswanya telah memproduksi sabun transparan, sabun gel, termasuk di awal semester ini siswanya membuat hand sanitizer.

Untuk hand sanitizer resep produk siswa-siswinya menggunakan bahan baku alternatif, yang berasal dari bahan alami, di antaranya menggunakan belimbing wuluh, kulit jeruk, lidah buaya.

“Mereka sudah melakukan evaluasi presentasi. Bahannya macam-macam ada yang menggunakan belimbing wuluh, daun belimbing wuluh. Sedangkan penambahan alkohol untuk melarutkan saja. Ada juga yang dari aloe vera,  diekstrak terlebih dahulu direfluks. Untuk pengharumnya dari kulit jeruk nipis yang dikeringkan kemudian ekstrak pakai alkohol,” kata Ina, Selasa (17/3/2020).

Sedangkan untuk proses pengambilan zat alaminya, kata Ina, menggunakan beberapa metode, seperti perendaman pengeringan dan lain sebagainya.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa ada 5 kelompok yang sudah memproduksi hand sanitizer. Mereka menjualnya ke masyarakat sebagai bagian dari pembelajaran pelajaran Produk Kreatif Kewirausahaan (PKK).

“Untuk pembelajarannya sendiri mereka sudah melakukan produksi dan penjualan masing-masing kelompok sebanyak15 botol,” katanya.

Ia pun menambahkan bahwa dengan adanya pandemik Covid-19, akhirnya produksi hand sanitizer mereka pun dilanjutkan. Produksinya untuk memenuhi kebutuhan internal terlebih dahulu, termasuk untuk memenuhi permintaan masyarakat, karena kelangkaan hand sanitizer.

“Produksinya itu karena kondisi sekarang ada untuk pencegahan virus Corona Covid-19. Akhirnya mereka meminta kembali untuk memproduksi melakukan refluks karena tidak bisa di luar (harus di laboratorium sekolah),” ucap Ina. (okky adiana)


Editor : suroprapanca