SMKN 15 Bandung Siap Gelar PTM Terbatas pada 4 Oktober 2021

SMKN 15 Bandung belum melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Pasalnya, siswa-siswi belum sepenuhnya divaksin.

SMKN 15 Bandung Siap Gelar PTM Terbatas pada 4 Oktober 2021
Kepala SMKN 15 Bandung Rini Ambarwati

INILAHKORAN, Bandung - SMKN 15 Bandung belum melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Pasalnya, siswa-siswi belum sepenuhnya divaksin. Angkanya baru sekitar 50 persen saja. Sisanya, akan di dorong ke tingkat wilayah.

Kepala SMKN 15 Bandung Rini Ambarwati mengatakan, dalam rangka mempersiapkan PTM terbatas sekolah yang berpusat di Jalan Gatot Subroto ini melaksanakan vaksinasi kepada siswa-siswinya. Targetnya, sebanyak 1.000 peserta untuk di dosis pertama dengan menggunakan vaksin berjenis Sinovac.

"Setelahnya adanya kegiatan vaksinasi ini, saya akan langsung menyelenggarakan PTM terbatas pada 4 Oktober nanti. Tentunya tidak menghilangkan protokol kesehatannya," kata Rini Ambarwati, Kamis 23 September 2021.

Baca Juga: Selama PTM Terbatas Kota Bandung, Sekda Sebut Belum Temukan Kasus Covid-19

Terkait kapasitas, Rini Ambarwati menyampaikan pihaknya akan memakai 25 persen kapasitas dengan membagi masing-masing jurusan dan kelas setiap minggunya. SMKN 15 Bandung memiliki 4 jurusan dan 2 jurusan itu dibagi dua.

"Di minggu pertama itu kelas X (sepuluh) dua jurusan, minggu kedua kelas X dua jurusan, minggu ketiga kelas XI (sebelas) dua jurusan, kemudian minggu keempat 2 jurusan lagi kelas XI, untuk kelas XII-nya sedang PKL," ucapnya.

Baca Juga: Sikap Kami: Bersyukur PTM, Tapi….

Dia menambahkan, bahwa pihaknya sudah menyiapkan beberapa hal terkait dengan penerapan prokes di SMKN 15 Bandung.

"Kita sudah menyiapkan segala sesuatunya, seperti sehabis kegiatan kita akan lakukan penyemprotan disinfektan," ucapnya.

Sementara itu, untuk menghindari terjadinya klaster pelajar pada saat melaksanakan PTM terbatas, pihak sekolah sudah membentuk satuan gugus tugas Covid-19, guna mengimbau dan menjaga terkait dengan penerapan prokes.

Baca Juga: SMPN 2 Kota Bandung Mendapat Penilaian Sangat Layak untuk Gelar PTM Terbatas

"Kita sudah menyiapkan Satgas Covid ya, dan itu ditugaskan mobile untuk terus mengingatkan kepada anak-anak untuk tetap menerapkan prokes," ungkapnya.

Selain itu, Rini Ambarwati menegaskan, jika nanti pada saat pelaksanaan PTM terbatas sudah berlangsung, pihaknya tidak akan langsung melakukan metode pembelajaran kepada siswa-siswinya, melainkan akan membuat games (permainan) terlebih dahulu. Dengan adanya metode games terlebih dahulu, bisa membuat siswa-siswinya membentuk imun yang kuat.

"Biar tidak kaget siswa-siswinya," ucapnya. (okky adiana)


Editor : inilahkoran