Soal Penggabungan Dua SD Baros, Disdik Cimahi Bakal Libatkan Mitra Pendidikan

Disdik Cimahi akan melibatkan pemangku kebijakan dan mitra pendidikan untuk menggabungkan 2 SD Baros

Soal Penggabungan Dua SD Baros, Disdik Cimahi Bakal Libatkan Mitra Pendidikan
Aksi penolakan pembubaran SDN Baros Mandiri 7 beberapa waktu lalu. Disdik mengaku akan melibatkan pemangku dan mitra pendidikan untuk menggabungkan 2 SD di Baros tersebut.

INILAHKORAN.ID – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi berencana melakukan penggabungan atau merger antara SD Baros Mandiri 3 dan SD Baros Mandiri 7. 

Alasan rencana itu dilakukan lantaran kedua sekolah tersebut dinilai berdekatan secara geografis, serta sama-sama mengalami penurunan jumlah siswa yang cukup signifikan.

Kebijakan ini didasari data ketimpangan demografi dan kapasitas pendidikan di wilayah Kelurahan Baros. Tercatat, jumlah penduduk usia sekolah di wilayah tersebut mencapai 1.784 anak. 

Sementara itu, daya tampung total sekolah dasar yang tersedia justru mencapai 3.164 kursi. Angka ini menunjukkan adanya kelebihan kapasitas fasilitas yang cukup besar dan belum dimanfaatkan secara optimal.

"Ketimpangan jumlah tersebut menjadi alasan utama kebijakan ini digulirkan," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, penyebaran siswa berdasarkan domisili juga menjadi bahan pertimbangan mendalam, mengingat jumlah anak yang bersekolah di kedua lokasi tersebut tidak lagi sebanding dengan luas fasilitas yang disediakan. 

Ia mengakui, kondisi ini menuntut pembenahan sistem agar pelayanan pendidikan bisa berjalan lebih efektif dan berkualitas.

"Artinya fasilitas pelayanan pendidikan jenjang SD berlebih. Kami juga menganalisa sebaran siswa berdasarkan domisili yang bersekolah di kedua SD tersebut," jelasnya.

Lebih jauh, Nana mengungkapkan, kebijakan penggabungan sekolah ini dipandang sebagai langkah transformasi pendidikan. Pihaknya menegaskan, pembenahan organisasi sekolah bukan sekadar efisiensi semata, melainkan upaya strategis untuk mengedepankan peningkatan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan bagi seluruh warga Kota Cimahi.

"Tapi kami juga memahami rencana ini berpotensi menimbulkan kekhawatiran, pertanyaan, hingga penolakan dari sebagian masyarakat," ujarnya.

Pasalnya, keberadaan sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menuntut ilmu, namun juga memiliki nilai sejarah, kebanggaan, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari tatanan kehidupan sosial warga setempat.

"Jadi proses penggabungan ini belum final dan masih akan melalui tahap analisa serta evaluasi mendalam," ucapnya.

Nana menyebut, seluruh pemangku kepentingan dan mitra pendidikan bakal dilibatkan dalam diskusi agar keputusan akhir yang diambil nanti benar-benar matang dan dapat diterima semua pihak.

Pihaknya berharap seluruh rangkaian proses ini dapat berjalan secara objektif dan transparan. 

"Segala keputusan nantinya akan ditempuh dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi peserta didik, tenaga pendidik, serta masyarakat di sekitar lokasi sekolah," tandasnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti