Soal Performa Robi Darwis di Persib Bandung, Ini Kata Bojan Hodak
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak buka suara mengenai performa Robi Darwis. Pasalnya, pemain bernomor punggung 6 itu mulai mendapatkan kepercayaan bermain.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak buka suara mengenai performa Robi Darwis. Pasalnya, pemain bernomor punggung 6 itu mulai mendapatkan kepercayaan bermain.
Total, Robi Darwis sudah memainkan 9 pertandingan dari 24 laga yang telah dilakoni Persib Bandung. Terakhir bermain di laga melawan Madura United.
Namun di laga yang berakhir dengan skor 0-0 itu, Robi Darwis bukan ditempatkan sebagai gelandang bertahan atau full back kanan. Tapi ia dipercaya sebagai winger kanan.
Bojan Hodak menjelaskan posisi itu diberikan kepada Robi Darwis lantaran Beckham Putra yang biasa menempati posisi winger kanan tiba-tiba tidak bisa dimainkan.
Beckham Putra secara mendadak mendapatkan larangan bermain dari Komisi Disiplin PSSI akibat selebrasinya saat melawan Persija Jakarta. Selebrasi itu dianggap memprovokasi suporter lawan untuk membuat kericuhan.
“Seperti yang saya katakan sebelumnya, masalahnya adalah sepanjang pekan kami berlatih dengan skema yang memasukkan Beckham. Tapi di menit-menit terakhir, kami harus mengubah rencana dan memasukkan Robi sebagai penggantinya,” kata Bojan Hodak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung.
Secara pertahanan, pelatih asal Kroasia ini menilai Robi Darwis mampu menjalankan perannya dengan baik. Hanya ketika menyerang, perlu adanya perbaikan.
“Dari segi pertahanan, Robi menjalankan tugasnya dengan baik. Mungkin dalam aspek menyerang, terutama dalam kualitas umpan silang, belum di titik yang seharusnya sehingga dia masih perlu meningkatkan performanya,” bebernya.
Akan tetapi, lanjutnya, secara keseluruhan Robi Darwis sudah bermain dengan baik meski Persib Bandung kehilangan dua poin setelah ditahan imbang Madura United.
“Secara keseluruhan, saya tidak melihat ada hal yang perlu dikritisi secara berlebihan dari permainannya,” tegasnya.(Muhammad Ginanjar)
Editor : Ahmad Sayuti

