Solar Langka, DPR: Pertamina jangan Hanya Kejar Untung
Sejumlah daerah mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar. Pertamina diminta tak sekadar kejar untung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Sejumlah daerah mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar. Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta agar Pertamina memperbaiki distribusi BBM agar tidak semakin menyusahkan masyarakat.
"Dua jenis BBM yang langka itu adalah premium dan solar. Padahal BBM jenis ini sangat dibutuhkan masyarakat. Karenanya persediaannya harus selalu aman. Jangan sampai karena mau mengejar untung, distribusi BBM jenis ini ditahan-tahan oleh Pertamina," kata Mulyanto kepada Inilah.com, Minggu 24 Oktober 2021.
Dilaporkan bahwa sepekan ini banyak daerah mulai terjadi kelangkaan BBM Premium dan solar. Kelangkaan bukan hanya terjadi di Jawa dan Bali, bahkan sampai Sumatera dan pulau-pulau besar lainnya.
Baca Juga: Soal Usulan Kenaikan Tunjangan Anggota DPRD, PKS Kab Bandung: Tak Perlu Gembar Gembor
"Padahal jelas-jelas tidak ada kebijakan Pemerintah untuk menghapus BBM jenis premium di tahun 2021" kata Mulyanto.
Mulyanto mendesak BPH Migas segera melakukan investigasi terkait kelangkaan ini. Apalagi beberapa waktu lalu di Semarang ditemukan gudang penimbunan BBM bersubsidi yang akan diselundupkan. Selain itu BPH Migas perlu mempercepat penggunaan nozel digital di setiap SPBU.
"Harusnya dengan nozel digital ini peluang penyimpangan di titik SPBU dapat tertutup sama sekali. Peluang penyimpangan yang masih terbuka adalah rentang antara titik penyerahan DO sampai titik SPBU. Alias terjadinya 'kencing' solar di tengah jalan. Karena ini adalah rentang wilayah yang tidak terawasi," tutur dia.
Baca Juga: Jadi Syarat Wajib, Tes PCR di Bandara Soetta Dibanderol Rp495 Ribu
Ke depan, Mulyanto minta Pemerintah, Pertamina dan BPH Migas perlu memikirkan cara penguatan sistem audit BBM ini. Misalnya memberlakukan sistem pembayaran subsidi dihitung berbasis jumlah BBM yang keluar dari nozel digital di SPBU, bukan direkap di depo BBM berbasis DO.
"Dengan sistem audit ini akan semakin jelas, bahwa yg dibayar sebagai BBM subsidi hanyalah BBM yang diterima masyarakat yang berhak melalui nozel digital," ujar Mulyanto.
Baca Juga: Jelang Man United vs Liverpool, Solskjaer Ketar-ketir: Kami Berada di Belakang Mereka...
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman mengakui terjadi kelangkaan BBM Bio Solar. Ia menyebut kelangkaan BBM Bio Solar disebabkan karena terjadinya peningkatan permintaan.***
Editor : inilahkoran

