Songsong Bahagia Bersama Ramadan
Dalam hitungan hari, bulan suci penuh berkah Ramadan akan tiba. Bagi orang beriman, 'getaran' Ramadan sangat bisa dirasakan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dalam hitungan hari, bulan suci penuh berkah Ramadan akan tiba. Bagi orang beriman, 'getaran' Ramadan sangat bisa dirasakan. Rindu ingin segera berjumpa dengannya dan berharap bisa bahagia bersamanya.
Penulis Buku Titian Taubat Khairati mengatakan, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah pernah menyebutkan rindu adalah efek dari keberadaan cinta. Rasa itu pun sekaligus menjadi hukum (konsekuensi) adanya cinta. Rindu adalah gejolak hati untuk bejumpa kekasih.
Ingin berjumpa Ramadan berharap bisa bahagia bersamanya. Bahagia adalah kenikmatan di hati, ada ketentraman dan ketenangan.
Baca Juga: Beberapa Hal yang Harus Dipersiapkan Menyambut Bulan Suci Ramadan
Berbeda dengan rasa senang, kata Khairati, kenikmatan fisik, tidak kekal, berubah-ubah kadang berujung derita. Seseorang yang bisa bersenang-senang belum tentu bahagia.
Tak banyak orang yang bisa membedakan antara rasa senang dan bahagia. Ada yang mencari kebahagiaan dalam kesenangan. Jika kesenangan tak ada lagi, maka hilang pula rasa bahagia.
"Jadi rasa senang itu singkat dan terbatas sangat dipengaruhi faktor duniawi, yang bisa memuaskan nafsunya. Jika faktor duniawi itu ada maka akan gembira, jika hilang maka sedih," kata Kepala Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Pesantren Daarut Tauhiid itu, Jumat 18 Februari 2022.
Menurutnya, kebahagiaan dan kesengsaraan seseorang bergantung pada perlakuannya kepada nafsunya, bagaimana bisa mengendalikan nafsunya.
Jadi, seseorang yang bahagia adalah yang bisa mengusai nafsunya. Korban nafsu adalah Qolbunya. Jika seseorang bisa menguasai nafsunya maka Qolbunya selamat, jika dirinya yang dikuasai nafsunya maka Qolbunya berpenyakit bahkan bisa mati. Jadi untuk bahagia adalah dengan membersihkan Qolbunya.
Dia menambahkan, salah satu proses membersihkan Qolbu, ada pada ibadah puasa Ramadan.
Baca Juga: Hukum Puasa Ramadan Bagi Perempuan Keluar Flek! Buya Yahya: Masa Haid dalam Islam Maksimal 15 Hari
Dalam Ramadan ada berbagai amaliyah Ramadan seperti sahur, salat tepat waktu, berjamaah di masjid bagi laki-laki, salat rawatib, tetap tinggal di masjid setelah salat shubuh, membaca Alquran, sedekah, memberi makan orang berbuka, berbuka, memperbanyak doa, tarawih, itikaf, memburu lailatul qadar, umroh, zakat dan memperbanyak amalan sunnah lainnya.
"Proses membersihkan hati, melalui puasa akan berbuah taqwa. Taqwa itulah sumber kebahagiaan yang abadi," ucap Khairati. (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran

