SPMB 2026 Jabar Diuji Publik, Disdik Siapkan Pemetaan Wajib Siswa Kelas IX
Dinas Pendidikan Jawa Barat mulai memperketat persiapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, dengan menitikberatkan pada akurasi data.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Pendidikan Jawa Barat mulai memperketat persiapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, dengan menitikberatkan pada akurasi data dan pencegahan masalah klasik penerimaan siswa.
Salah satu langkah kuncinya adalah penerapan pemetaan wajib bagi seluruh siswa kelas IX. Kebijakan ini mengemuka dalam uji publik SPMB SMA, SMK, dan SLB yang digelar di Aula Tikomdik Disdik Jabar, Kota Bandung, baru-baru ini.
Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk menguji kesiapan regulasi sekaligus mengantisipasi potensi polemik saat pelaksanaan.
Sekretaris Disdik Jabar, Deden Saepul Hidayat menegaskan, uji publik bukan sekadar tahapan administratif, melainkan proses penting untuk memastikan kebijakan benar-benar matang.
"Sehingga, nanti pelaksanaannya bisa sesuai dengan harapan bersama dan berjalan lancar," ujar Deden.
Dalam skema terbaru, pemetaan siswa menjadi instrumen utama untuk membaca potensi sebaran pendaftar di seluruh jalur, baik negeri maupun swasta. Langkah ini dinilai krusial untuk menekan ketimpangan daya tampung yang selama ini kerap memicu persoalan.
"Siswa kelas IX harus mengikuti pemetaan ini, baik yang akan melanjutkan ke sekolah negeri maupun swasta. Tahun depan, pemetaan ini akan disempurnakan, misalnya bisa dipersiapkan sejak bulan Desember agar waktunya lebih panjang," ucapnya.
Dengan basis data yang lebih kuat, Disdik Jabar berupaya menghindari penumpukan pendaftar di sekolah tertentu, sekaligus membuka peluang distribusi siswa yang lebih merata.
Sisi lain, penyusunan regulasi dan petunjuk teknis SPMB juga dibuka secara luas melalui uji publik. Masukan dari berbagai pihak dinilai menjadi kunci untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas sistem.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdik Jabar, Iis Rostiasih menjelaskan, forum ini melibatkan unsur legislatif, pengawas pelayanan publik, hingga organisasi pendidikan.
Keterlibatan multipihak ini menjadi sinyal bahwa SPMB 2026 tidak hanya disiapkan secara teknis, tetapi juga diawasi secara ketat untuk meminimalkan celah persoalan di lapangan.
"Mudah-mudahan bagi siswa SMP sederajat, SPMB bisa berjalan dengan baik dan mewujudkan agar seluruh siswa dapat melanjutkan pendidikan," tandasnya.***
Editor : JakaPermana


