Siapa Sih Sheriff Tiraspol, Klub 'Kaleng-kaleng' yang Permalukan Real Madrid?
Kemenangan Sheriff Tiraspol di kandang Real Madrid jadi pembicaraan dunia. Siapa sih sebenarnya Sheriff Tiraspol?
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, MADRID – Kemenangan Sheriff Tiraspol di kandang Real Madrid menjadi pembicaraan dunia. Siapa sih sebenarnya Sheriff Tiraspol?
Sheriff Tiraspol ternyata klub yang lahir ketika Real Madrid sedang jaya-jayanya. Sheriff Tiraspol baru berdiri pada tahun 1997 atau tepatnya berusia 24 tahun. Saat berdiri pertama kali, namanya pun bukan Sheriff Tiraspol, melainkan Titas Tiraspol.
Saat Sheriff Tiraspol pertama kali berdiri itu, Real Madrid sedang dilanda euforia hebat. Mereka menjuarai La Liga dan membangun kekuatan dengan membeli pemain berkelas seperti Bodo Illgner, Christian Panucci, Roberto Carlos, Carlos Secretario, Clarence Seedorf, hingga Predrag Mijatovic dan Davor Suker.
Setahun kemudian, mereka sudah mengikuti Liga Moldova untuk pertama kalinya. Musim 1998/99 itu pula, mereka merebut trofi pertamanya, Piala Moldova.
Sejak saat ity, mereka menjadi penguasa Moldova. Tak kurang dari 19 gelar juara Moldova, 10 Piala Moldova, dan tujuh Piala Super Moldova mereka raih.
Baca Juga: Alamak! Real Madrid Dibungkam Tim 'Kaleng-kaleng' Sheriff Triaspol di Bernabeu
Sheriff Tiraspol juga pernah mencoba peruntungan di Liga Champions. Mereka tampil di babak kualifikasi pada 2010-11. Awalnya, mereka mengalahkan Dinamo Tirana, lalu menang adu penalti lawan Dinamo Zagreb, dan maju ke playoff. Di sini, mereka tumbang di tangan klub Swiss, FC Basel.
Sheriff Tirana adalah klub dengan pemain multikultur. Justru sangat sedikit pemain Moldova yang kini memperkuat klub tersebut. Pemainnya berasal dari Kolmbia, Malawi, Bosnia Herzegobina, Ghana, Mali, Slovenia, Nigeria, Brasil, Trinidad & Tobago, Uzbekistan, Makedonia, Yunani, Pantai Gading, Serbia, Luksemburg, Peru, hingga Guinea.
Dua pemain yang mencetak gol ke gawang Real Madrid bukanlah pemain Moldova. Jasurbek Yakhshiboev adalah pemain asal Uzbekistan, sementara Sebasien Thill yang mencetak gol pertama pemain Luksemburg.
Keduanya bahkan berstatus sebagai pemain pinjaman. Yakhshiboev dipinjam Sheriff Tiraspol dan Legia Warsawa, klub Polandia. Sedangkan Sebastien Thill adalah pemain pinjaman dari Progres Niederkom.
Dalam pertandingan lawan tuan rumah Real Madrid, pertandingan terbesar dalam sejarah klub ini, Sheriff unggul terlebih dahulu melalui gol Jasurbek Yakhshiboev sebelum dibalas Karim Benzema, tetapi Sheriff kembali unggul melalui aksi Sebastien Thill, demikian catatan laman resmi UEFA.
Baca Juga: Dramatis, Atletico Madrid Bungkam AC Milan 2-1 di San Siro
Real Madrid langsung tancap gas sejak pertandingan dimulai. Tim tuan rumah mampu menciptakan dua peluang, yang keduanya digagalkan oleh lini pertahanan Sherrif.
Sheriff bertahan di wilayah sendiri dan Madrid terus membangun serangan dari kedua sisi mereka.
Terlalu fokus menyerang, Madrid lengah dan justru kebobolan terlebih dahulu pada menit ke-25. Umpan lambung Cristiano dari sisi kiri dituntaskan sundulan Yakhshiboev hingga membuat
Terkejut dengan gol tersebut, Los Blancos seperti kehilangan ritme permainan mereka dan beberapa kali mampu dimanfaatkan Sheriff lewat serangan balik.
Serangan-serangan Madrid tidak memberikan ancaman berarti dan terlalu mudah dipatahkan tim lawan.
Hazard, Vinicius, dan Benzema berulang kali mencoba menembus pertahanan Sheriff, tetapi tidak ada gol tambahan hingga babak pertama usai. Skor 0-1 tetap bertahan.
Madrid memulai babak kedua dengan permainan tempo tinggi, dan Sheriff merespons dengan menerapkan garis pertahanan tinggi.
Baca Juga: Akhirnya Messi Cetak Gol! PSG vs Man City 2-0
Madrid terus menggempur pertahanan rapat Sheriff dalam kurun waktu 10 menit pertama. Namun, kiper Sheriff Georgios Athanasiadis bermain sangat baik dalam mengamankan gawangnya.
Pada menit ke-63, Madrid mendapatkan penalti setelah Vinicius dilanggar di kotak terlarang. Karim Benzema maju sebagai algojo dan menuntaskannya dengan tembakan sempurna.
Gol Benzema membuat Madrid bersemangat untuk mencetak gol tambahan. Mereka terus menekan Sheriff mulai menit ke-70.
Memasuki sepuluh menit akhir, Sheriff kembali membuat kejutan. Pada menit ke-89, Sebastien Thill menyambut umpan tarik Traore untuk menaklukkan Courtois dengan sepakan keras dari tepi kotak penalti. Sheriff unggul 2-1.
Madrid mencoba menyerang di sisa laga, tetapi tidak ada peluang yang berarti. Skor 2-1 bertahan hingga laga bubar dan Sheriff berhak membawa pulang tiga poin.
Kekalahan ini membuat Real Madrid duduk di posisi kedua klasemen dengan 3 poin, sedangkan Sheriff memuncaki Grup D dengan 6 poin.
Susunan Pemain:
Real Madrid (4-3-3): Thibaut Courtois; Nacho (67' Rodrygo), Eder Militao, David Alaba, Miguel Gutierrez (66' Toni Kroos); Federico Valverde, Casemiro (67' Luka Modric), Eduardo Camavinga; Eden Hazard (67' Luka Jovic), Karim Benzema, Vinicius Junior.
Editor : inilahkoran


