Belgia Oh Belgia....Generasi Emas, Ranking Satu FIFA, Tanpa Trofi Juara
Generasi emas Belgia kembali gagal meraih trofi bergengsi usai disingkirkan Prancis di semifinal UEFA Nations League.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Lagi, Belgia gagal mengangkat trofi bergengsi usai dibungkam Prancis 2-3 dalam semifinal UEFA Nations League. Mempertegas status mereka sebagai raksasa tanpa juara.
Belgia vs Prancis berlangsung di Allianz Stadium, Turin, Jumat 8 Oktober 2021. Sempat memimpin 2-0 lewat gol-gol Yannick Carrasco dan Romelu Lukaku, mereka dipaksa takluk setelah Prancis comeback melalui tiga lesakan Karim Benzema, Kylian Mbappe dan Theo Hernandes.
Belgia harus merelakan tiket final jatuh ke tangan Prancis yang akan menantang Spanyol dalam laga final nanti.
Baca Juga: Resmi, Newcastle United Diakuisisi Konsorsium Milik Putra Mahkota Arab Saudi
Belgia pun gagal lagi. Generasi emas tim asuhan Roberto Martinez sia-sia lagi. Bahkan, mereka yang lama menduduki ranking satu FIFA, harus kembali mendapati kenyataan trofi jatuh ke tim rival.
Sejak 2015 lalu, Belgia menempati peringkat satu FIFA. Mereka memang konsisten di laga-laga uji coba dan babak kualifikasi. Maka wajar, banyak yang menjagokan Belgia bisa juara di ajang bergengsi lantaran juga dihuni pemain-pemain berkualita.
Sebut saja Eden Hazard, Kevin de Bruyne, hingga Romelu Lukaku. Mereka adalah jaminan dari kualitas jempolan dari sisi individu. Sayangnya secara kekuatan kolektif, Belgia nol besar!
Baca Juga: Prancis vs Belgia 3-2, Les Bleus Tantang Spanyol di Final UEFA Nations League
Belgia diyakini punya masalah mentalitas ketika harus melakoni duel-duel krusial. Itu terlihat ketika mereka sudah unggul dua gol menghadapi Prancis dan malah berbalik kalah. Sebelumnya, mereka juga dikritik habis-habisan setelah kalah 1-2 dari Italia di babak perempat final Piala Eropa 2020 lalu.
"Kami membiarkan Prancis kembali dan kemudian menjadi sangat sulit. Itu semua tentang detail. Sayang sekali kami tidak mengontrol pertandingan dengan lebih baik. Kami berhenti bermain sepak bola," ungkap Pelatih Belgia Roberto Martinez seperti dikutip situs resmi UEFA.
Baca Juga: Menanti Serunya Balapan MotoGP 2022 Seri Kedua di Sirkuit Mandalika
"Itu menurun. Dan melawan tim seperti Prancis, itu dihukum. Kami membuang semua kerja keras kami," tegasnya.***
Editor : inilahkoran


