Misi Chimaev Habisi Li Jingliang dengan Brutal, Biar Para Jagoan Kelas Welter Ketakutan...

Khamzat Chimaev tak mau sekadar menang saat bertarung melawan Li Jingliang dalam UFC 267, Sabtu 30 Oktober 2021.

Misi Chimaev Habisi Li Jingliang dengan Brutal, Biar Para Jagoan Kelas Welter Ketakutan...
Petarung asal Checnya Khamzat Chimaev.

INILAHKORAN, Bandung- Khamzat Chimaev tak mau sekadar menang saat bertarung melawan Li Jingliang dalam UFC 267, Sabtu 30 Oktober 2021. Dia ingin memperlihatkan sebuah 'teror' untuk para jagoan UFC.

Ini jadi laga pertama Chimaev usai batal naik ring Octagon menghadapi Leon Edwards pada Desember 2020. Ketika itu karier petarung asal Cechnya, ini sempat terancam berakhir lantaran terpapar Covid-19.

Sementara itu, pertarungan terakhir Chimaev adalah ketika meng-KO Gerald Meerschaert pada 19 September 2020.

Baca Juga: Demi Sabuk Juara, Islam Makhachev Janji Bertarung Bak Monster untuk Habisi Dan Hooker

Kini, Chimaev akan kembali bertarung untuk menantang Li Lingliang. Tentu saja, dia bertekad mempertahankan rekor tak pernah kalah yang sudah berlangsung dalam sembilan pertarungan terakhirnya.

Ternyata, Chimaev tak sekadar ingin menang. Seperti biasa, dia berkata dengan penuh kepercayaan diri. Chimaev menyebut dirinya tak hanya akan mengalahkan Li Jingliang. Dia juga akan mempertontonkan kemampuan brutalnya di dalam Octagon yang bisa bikin para jagoan UFC ketar-ketir.

"Saya berharap menang, tetapi saya pikir orang-orang tidak akan mau menghadapi saya setelah pertarungan ini," ucap Chimaev dikutip dari MMA Fighting.

Baca Juga: DEAL Xavi Hernadez Latih Barcelona, Merapat ke Camp Nou 3 November?

"Mereka akan kembali takut lagi, dan melancarkan komplain 'dia tidak bertemu dengan beberapa petarung bagus, bla bla bla' hal seperti itu. Kita lihat apa yang akan terjadi setelah pertarungan."

Chimaev yang menyapu bersih sembilan pertarungannya di ajang UFC, masih menempati posisi ke-15 besar di kelas Welterweight. Dia mengaku tak sabar untuk meladeni para jagoan di kelas ini, termasuk Colin Edwards.

"Tentu saya senang jika mereka memberi saya seseorang seperti dia [Edwards]. Tetapi saya pikir jika dia menang, dia pantas mendapat pertarungan untuk sabuk juara. Saya menghargai itu. Jika saya menang, satu, dua, tiga kali lagi sebelum tampil di perebutan sabuk. Saya tidak ingin melewati orang-orang dan mereka akan bilang, 'Ini tidak menghormati petarung lain,' saya tak mau ada pembicaraan soal itu."

Baca Juga: Paul Pogba Bantah Rumor Keretakan Hubungan dengan Ole Gunnar Solskjaer

"Saya ingin menunjukkan siapa saya. Saya ingin mengalahkan semua orang di peringkat 10 besar, dan saya akan menjadi juara," tandasnya.***

 


Editor : inilahkoran