Tak Disangka, Junior Messias Pahlawan AC Milan Permalukan Atletico Madrid Adalah Mantan Sopir Truk

Nama Junior Messias tetiba jadi pembicaraan. Dia jadi pahlawan kemenangan AC Milan 1-0 di kandang Atletico Madrid. Siapakah dia?

Tak Disangka, Junior Messias Pahlawan AC Milan Permalukan Atletico Madrid Adalah Mantan Sopir Truk
Junior Messias pencetak gol tunggal AC Milan ke gawang Atletico Madrid di ajang Liga Champions.

INILAHKORAN, Madrid – Nama Junior Messias tetiba jadi pembicaraan. Dia jadi pahlawan kemenangan AC Milan 1-0 di kandang Atletico Madrid. Siapakah dia?

Sebuah sundulan menakjubkan Junior Messias di menit-menit akhir, membawa kemenangan AC Milan atas Atletico Madrid di ajang Liga Champions. Tak hanya membukukan kemenangan pertama, juga membuat AC Milan membuka peluang melaju ke 16 besar.

Junior Messias bukan Zlatan Ibrahimovic atau Olivier Giroud. Bukan hanya dari sisi prestasi, juga perjalanan hidup. Siapakah pahlawan AC Milan menghadapi Atletico Madrid ini sesungguhnya?

Bisa jadi, dia satu di antara sangat sedikit pemain AC Milan dengan perjalanan hidup penuh liku. Perjuangannya sungguh luar biasa. Sebelum jadi pemain AC Milan, dia pernah menjalani karier sebagai pengantar lemari es. Dia bahkan jadi sopir truk pengantar barang belanjaan itu.

Baca Juga: AC Milan Bungkam Atletico Madrid, Grup B Liga Champions Memang 'Neraka'

Pemain berusia 30 tahun, yang bergabung dengan Rossoneri dari Crotone di luar musim, mencetak gol dengan percobaan pertamanya sebagai pemain Milan pada penampilan ketiganya, dan yang pertama di kompetisi elit Eropa.

“Saya mendedikasikannya untuk keluarga dan teman-teman saya di Brasil. Tetapi terutama kepada mereka yang telah percaya kepada saya dan yang memiliki keyakinan untuk membawa saya ke Milan,” katanya.

“Saya memiliki jalan yang berbeda dengan orang lain. Jadi saya mendedikasikan gol ini untuk mereka,” kata Junior Messias kepada Amazon Prime.

Baca Juga: Bungkam FC Porto 2-0, Liverpool Masih Sempurna di Liga Champions

Junior Messias pindah ke Italia dari Brasil pada 2011. Awalnya, dia yang penyuka bola dan bermain secara amatiran, menerima pekerjaan mengantarkan lemari es, sebelum perlahan menaiki tangga sepakbola.

Pada 2015, ia bergabung dengan Casale di kasta kelima sepak bola Italia, kemudian naik ke Serie D, C, dan B di tahun-tahun berikutnya sebelum akhirnya membuat debut Serie A musim lalu bersama Crotone di usia 29.

“Ini adalah hal terpenting yang telah terjadi pada saya sejauh ini,” katanya. 

AC Milan tiba di Madrid berada pada posisi dasar Grup B dengan hanya satu poin. Apa pun, kecuali kemenangan melawan Atletico, akan menyingkirkan mereka dari kompetisi musim ini.

Baca Juga: Susah Payah Taklukkan 9 Pemain Bologna, AC Milan Rebut Puncak Klasemen Liga Italia

“Ini adalah pertandingan yang sulit, pertandingan yang ketat, dengan banyak usaha dari tim, mencoba untuk mendapatkan keuntungan dalam detail kecil. Mereka mengambil peluang yang mereka miliki, kami tidak dapat memanfaatkan peluang kami dari Matheus Cunha,” kata pelatih Atletico Diego Simeone.

Hasil ini memberi makna persaingan siapa yang akan bergabung dengan juara grup Liverpool di babak berikutnya belum berakhir. FC Porto yang mengumpulkan lima poin serta Milan dan Atletico, yang setara dengan empat poin, harus menunggu hingga laga terakhir untuk memutuskan siapa yang akan finis kedua, dan maju ke babak 16 besar.

Milan akan menjamu Liverpool sementara Atletico akan bertandang ke Porto pada 7 Desember untuk pertandingan terakhir Grup B.***


Editor : inilahkoran