Boxing Day Liga Inggris, Pep Guardiola Kembali Suarakan Aturan Pergantian Lima Pemain
Pep Guardiola kembali suarakan aturan pergantian lima pemain jelang Manchester City melakoni laga-laga Boxing Day Liga Inggris.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Jelang laga-laga Boxing Day Liga Inggris di momen Natal dan Tahun Baru, Manajer Manchester City kembali menyuarakan aturan pergantian lima pemain.
Pep Guardiola meyakini aturan pergantian lima pemain jadi solusi terbaik bagi klub-klub di Liga Inggris agar tak kedodoran melakoni padatnya jadwal Boxing Day.
Pep Guardiola berharap Liga Inggris mengikuti jejal liga-liga papan atas Eropa lainnya yang mulai mengadopsi aturan pergantian lima pemain di tengah Pandemi Covid-19.
Baca Juga: Kecewa Tuntutan Revisi UMK Tak Ditanggapi, Buruh Duduki Kantor Gubernur Banten
Ketika sebagian besar liga jeda musim dingin, tim-tim Inggris malah memainkan tiga pertandingan dalam kurun 26 Desember-2 Januari.
Tetapi mengingat banyak laga ditunda gara-gara COVID-19, Guardiola mengatakan sudah waktunya Liga Inggris beradaptasi ketentuan pergantian lima pemain.
"Tradisi Boxing Day memang penting sekali. Ini ciri khas liga ini. Tidak akan berubah... Boxing Day sangat menyenangkan bagi keluarga untuk pergi bersama ke stadion," kata Guardiola.
Baca Juga: Resmi! Persib Takkan Rekrut Pemain Lokal, Robert Alberts: Kami Tidak Butuh
Namun dari sisi pemain, Guardiola menganggap jadwal yang padat membuat pemain tak punya waktu libur yang cukup. Oleh karena itu rotasi pemain menjadi sangat penting.
"Kami ingin melindungi para pemain, jadi berlakukan aturan lima pergantian pemain. Itu jauh lebih baik dengan jumlah pertandingan sebanyak sekarang, tetapi Liga Premier dan klub sudah memutuskan 'tidak'," kata Guardiola
Baca Juga: Penalti Timnas Indonesia 'Dirampok' Saat Ladeni Singapura, Begini Reaksi Shin Tae Yong
Para pemain dan manajer beranggap keselamatan pemain tidak dianggap cukup serius padahal COVID-19 terus memperburuk situasi.
Guardiola lalu mengatakan klub-klub harus bersatu dan mogok bermain sekalipun dia tak menginginkan hal ini terjadi.
Baca Juga: Profil Alfeandra Dewangga Bintang Timnas Indonesia di Piala AFF 2020, Pernah Gagal Gabung Persib
"Hanya kata-kata tidak akan menyelesaikan apa pun. (Bagi) UEFA, FIFA, Liga Premier, televisi, bisnis lebih penting daripada keselamatan pemain," tambah Guardiola. "Mungkin kami perlu mogok agar orang-orang memperhatikan... (tetapi) kami ingin bermain untuk membahagiakan orang-orang selama Desember. Kami senang melakukannya," pungkas Guardiola.***
Editor : inilahkoran


