Biodata Egy Maulana Vikri Senjata Timnas Indonesia di Final Piala AFF 2020, Pernah Nyaris Ditangkap Polisi
Simak biodata Egy Maulana Vikri yang jadi senjata Timnas Indonesia untuk laga melawan Thailand di final Piala AFF 2020.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Egy Maulana Vikri jadi senjata utama Shin Tae Yong di final Piala AFF 2020 melawan Thailand. Simak sepak terjangnya berikut ini:
Egy Maulana Vikri diyakini jadi starter saat Timnas Indonesia meladeni Thailand di final Piala AFF 2020, Rabu 29 Desember 2021.
Maklum, Egy Maulana Vikri punya kemampuan serta mentalitas mumpuni untuk membawa Timnas Indonesia mengalahkan Thailand dalam leg pertama Final Piala AFF 2020.
Egy Maulana Vikri sudah membuktikan kualitasnya saat menjadi pembeda di laga Timnas Indonesia vs Singapura dalam semifinal Piala AFF 2020, belum lama ini.
Masuk sebagai pemain pengganti, Egy Maulana Vikri sukses mencetak satu gol di babak extra time yang akhirnya membuat Timnas Indonesia menang 4-2 atas Singapura.
Biodata
Egy Maulana Vikri lahir di Medan 7 Juli 2000. Dia berposisi sebagai penyerang tetapi juga sering dimainkan sebagai gelandang serang.
Karier junior pesepak bola bertinggi badan 168 centimeter itu ditempa di TASBI Soccer School dan SKO Ragunan.
Dengan bakat 'berlian' yang dimiliki, Egy Maulana Vikri lantas masuk skuat Timnas Indonesia U-16 pada periode 2014-2015 lalu naik kelas ke Timnas U-19 pada 2017-2018.
Egy Maulana Vikri lantas berkarier di Eropa dengan membela Lechia Gdansk pada 2018-2021.
Egy Maulana Vikri tercatat mencetak 17 gol dalam 33 penampilannya bersama LEchia Gdansk di Liga Polandia.
Nyaris Ditangkap Polisi
Egy Maulana Vikri punya pengalaman unik lantaran hampir ditangkap oleh aparat kepolisian Polandia saat menjalani menu latihan yang diberikan jajaran pelatih Lechia Gdansk.
Dalam telewicara dengan Menpora Zainudin Amali lewat Instagram, Minggu 10 Mei 2020, Egy mengatakan kejadian itu berlangsung saat pemerintah Polandia melakukan karantina wilayah atau lockdown untuk menekan angka penularan Covid-19.
Kala itu, para pemain menjalani latihan mandiri dan mendapatkan porsi latihan masing-masing. Namun, Egy mendapat menu latihan lari dan memaksanya untuk keluar rumah.
"Saya pernah waktu itu lagi pas lagi lockdown tapi kita ada latihan yang diberikan ke individu. Saya ada latihan lari," kata Egy.
"Saat itu kondisi kota sangat sepi tidak ada aktivitas apapun karena situasi lagi lockdown. Saya kemudian ketemu polisi dan hampir ditangkap. Mereka bilang, 'kalau kamu lari di sini saya tangkap kamu'. Jadi benar-benar lockdown," ujarnya menambahkan.
Usai kejadian itu, Egy pun tak mau lagi memberanikan diri keluar rumah dan lebih banyak menyantap menu latihan mandiri di kediamannya.
Baca Juga: Timnas Indonesia vs Thailand Final Piala AFF 2020, Egy Maulana Vikri: Bola itu Bundar!
Namun ia merasakan manfaat dari ketegasan pemerintah Polandia untuk memberlakukan lockdown dan akhirnya virus pun dapat tertangani. Kini kehidupan telah kembali berjalan normal, aktivitas latihan sudah berlangsung sebagaimana mestinya.
"Semuanya sudah normal, masyarakat sudah beraktivitas lagi, kantor-kantor sudah normal. Di sana kini hanya menggunakan masker saja kok," kata dia ketika itu.***
Editor : inilahkoran


