SPP SMA di Jabar Gratis, Reaksi Orang Tua Siswa Beragam

Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat membebaskan iuran bulanan peserta didik (IBPD) SMA sederajat dikomentari para orang tua siswa. Ada yang menyambut baik namun ada pula yang menyayangkan kenapa tidak sejak dulu.

SPP SMA di Jabar Gratis,  Reaksi Orang Tua Siswa Beragam

INILAH, Bandung- Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat membebaskan iuran bulanan peserta didik (IBPD) SMA sederajat dikomentari para orang tua siswa. Ada yang menyambut baik namun ada pula yang menyayangkan kenapa tidak sejak dulu. 

Salah satunya diucapkan orang tua dari Dzafif syamaidzar siswa kelas X SMA Negeri 27 Bandung, yaitu Rita Dewi. Dia mengaku sangat terbantu bilamana IBPD dibebaskan. Terlebih saat ini dia harus mengeluarkan Rp400 ribu per bulan untuk biaya sekolah anaknya di SMA tersebut.  Jumlah tersebut, menurut Rita, cenderung lebih mahal disandingkan IBPD ada sejumlah SMA lainnya di Kota Bandung

"Saya pribadi sangat terbantu sekali kalau tidak ada SPP (IBPD). Karena saya bisa mengalokasikan untuk hal yang lain. Seperti membayar kuliah kakaknya," ujar Rita kepada Inilahkoran, Kamis (28/11/2019).

Kendati demikian, ada sedikit kekhawatiran bilamana IBPD dihapuskan menjadika kualitas pendidikan menjadi asal-asalan. Karena itu dia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat terus melalukan kontrol agar kualitas pendidikan tetap terjamin.

"Yang dikahwatirkan seperti itu. Harapannya semoga mutu pendidikannya tetep optimal ya," katanya. 

Sementara itu, orang tua siswa kelas XII di SMA Negeri 9 Kota Bandung Iqlima Al Fitri Rahmani, yakni Romi Setiawan menyayangkan bilamana kebijakan tersebut baru direncanakan tahun depan. Terlebih pada 2020 nanti sang anak sudah akan meninggalkan bangku SMA.

"Percuma sih, soalnya tahun depan anak saya lulus," ujar Romi.

Di SMA Negri 9 Kota Bandung sendiri, dia mengatakan, semula harus mengocek Rp300 ribu per bulan untuk IBPD. Namun, bukannya menurun malah naik menjadi Rp350 ribu. Romi pun mengaku acap kali terpaksa menunggak, lantaran jumlah tersebut terlalu besar. 

"Harapannya minta (pembayaran IBPD) yang sudah kelewat kalau belum bayar diputihkan saja sama Pak Ridwan Kamil," pungkasnya. (Rianto Burdiansyah) 

 


Editor : Bsafaat