Stok Darah Minim, Permatadora Tasikmalaya Bidik 300 Kantong Darah Terkumpul

Kebutuhan darah di Kota Tasikmalaya masih belum terpenuhi. Dalam sehari, 80 kantong darah tidak diimbangi ketersediaannya.

Stok Darah Minim, Permatadora Tasikmalaya Bidik 300 Kantong Darah Terkumpul
Direktur Permatadora Tasikmalaya Murjani mengatakan, kegiatan donor darah di Hotel Santika itu merupakan agenda rutin empat kali dalam setahun. (n nurohman)

INILAHKORAN.ID - Kebutuhan darah di Kota Tasikmalaya masih belum terpenuhi. Dalam sehari, 80 kantong darah tidak diimbangi ketersediaannya.

Direktur Perkumpulan Masyarakat Tanggap Donor darah (Permatadora) Tasikmalaya Murjani mengatakan, kegiatan donor darah di Hotel Santika itu merupakan agenda rutin empat kali dalam setahun.

“Hari ini sebenarnya kegiatan rutin donor darah. Santika punya jadwal setahun empat kali, dan hari ini adalah jadwalnya. Sekaligus karena masih suasana Syawal, nanti dilanjutkan dengan halalbihalal dan rapat pengurus,” kata Murjani, Rabu (15/4/2026).

Dalam kegiatan kali ini, Permatadora Tasikmalaya menargetkan minimal 300 kantong darah terkumpul. Kegiatan donor darah dimulai sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Dia menjelaskan, kebutuhan darah di Tasikmalaya terus meningkat dari tahun ke tahun. Jika sebelumnya hanya sekitar 50 kantong per hari, kini meningkat menjadi 80 kantong per hari untuk memenuhi kebutuhan seluruh rumah sakit.

“80 kantong per hari itu untuk semua rumah sakit yang dilayani oleh tiga unit donor darah, yaitu UDD kabupaten, UDD kota, dan UDD RSUD dr Soekardjo,” jelasnya.

Namun, tingkat kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela masih tergolong rendah. Murjani menyebut, hanya sekitar 20 persen masyarakat yang rutin mendonorkan darahnya setiap dua bulan sekali. Sisanya, sekitar 80 persen masih didominasi pendonor pengganti.

“Kendalanya memang di kesadaran masyarakat. Padahal donor darah bukan hanya membantu orang lain, tapi juga baik untuk kesehatan diri sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, tubuh manusia yang sehat akan mampu memproduksi kembali darah yang diambil, sehingga donor darah secara rutin justru berdampak positif bagi kesehatan.


Editor : Doni Ramdhani