RSUD Waled Resmi Punya Bank Darah Sendiri, Akses Transfusi Jadi Lebih Cepat
RSUD Waled kini tak lagi mengandalkan PMI untuk kebutuhan transfusi darah lantaran sudah memiliki lab sendiri
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - RSUD Waled resmi mengoperasikan Unit transfusi darah Rumah Sakit (UTDRS) sebagai langkah memperkuat layanan kesehatan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan darah pasien secara cepat dan mandiri.
Kehadiran UTDRS menandai perubahan signifikan. Jika sebelumnya RSUD Waled bergantung pada suplai dari Palang Merah Indonesia (PMI), kini rumah sakit tersebut mampu mengelola dan menyediakan darah secara internal.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Waled, M Luthfi mengatakan, UTDRS memiliki fungsi pelayanan yang lengkap.
“Dulu kita hanya menampung darah dari PMI. Sekarang, RSUD Waled sudah bisa memproduksi dan mengelola darah sendiri sesuai kebutuhan pasien,” ujarnya Senin (20/4/2026).
Menurutnya, unit ini tidak hanya menyimpan darah, tetapi juga melakukan pengolahan komponen darah seperti Packed Red Cells (PRC), trombosit, hingga Fresh Frozen Plasma (FFP). Seluruh darah yang tersedia telah melalui proses uji saring ketat untuk menjamin keamanan dari risiko infeksi.
Selain itu, UTDRS juga melayani donor darah sukarela, termasuk melalui layanan mobile unit untuk memperluas jangkauan pendonor.
“Semua darah yang akan ditransfusikan juga melewati pemeriksaan laboratorium, mulai dari golongan darah ABO, Rhesus, hingga uji cocok serasi (cross-matching),” jelasnya.
Lebih lanjut, dr Luthfi menerangkan, layanan UTDRS beroperasi selama 24 jam penuh, sehingga kebutuhan darah darurat dapat ditangani tanpa harus menunggu pasokan dari luar daerah.
“Untuk kasus darurat atau cito, pasien tidak perlu lagi menunggu lama. Ini sangat krusial dalam penyelamatan nyawa,” paparnya.
Tidak hanya layanan dasar, UTDRS RSUD Waled juga menyediakan terapi khusus seperti phlebotomy dan therapeutic plasma exchange untuk penanganan penyakit tertentu, termasuk gangguan darah.
Dia menambahkan, kehadiran unit ini menjadi solusi atas kendala geografis yang selama ini dihadapi masyarakat Cirebon wilayah timur. Jarak menuju fasilitas PMI yang cukup jauh kerap memperlambat penanganan pasien.
“Sekarang pelayanan darah lebih dekat, lebih cepat, dan bisa memenuhi kebutuhan spesifik pasien, terutama bagi penderita anemia atau yang membutuhkan transfusi rutin,” tukasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

