Direktur RSUD Waled Dipastikan Baru, Dirut RSUD Arjawinangun Dipertahankan
Rotasi mutasi dilingkungan Pemkab Cirebon, sepertinya tinggal menghitung minggu atau telat-telatnya kemungkinan di awal tahun depan. Namun yang paling menarik justru adanya desakan dari beberapa tokoh Cirebon timur. Mereka meminta, Pemkab Cirebon segera mengisi jabatan Direktur RSUD Waled.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - rotasi mutasi dilingkungan Pemkab Cirebon, sepertinya tinggal menghitung minggu atau telat-telatnya kemungkinan di awal tahun depan. Namun yang paling menarik justru adanya desakan dari beberapa tokoh Cirebon timur. Mereka meminta, Pemkab Cirebon segera mengisi jabatan Direktur RSUD Waled.
Hal itu berkaitan dengan semakin buruknya pelayanan rumah sakit, terlebih ketika mereka menghadapi pasien pasien BPJS. Beberapa tokoh Cirebon meminta Bupati, agar menunjuk Dirut RSUD Waled yang punya hati talenta dan hati nurani serta kepekaan terhadap pasien pasien BPJS.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Cirebon, Ade Nugroho memastikan jabatan Plt Direktur RSUD Waled akan diisi oleh orang baru. Pihaknya menilai, selama ini jabatan Plt sudah lama dan harus ada direktur definitif. Ini agar manajemen rumah sakit, termasuk pelayanan bisa benar-benar maksimal.
"Calonnya sudah ada, meskipun memang kami kesulitan mencari figur. Syarat jadi direktur rumah sakit itu kalau dokter boleh lah tapi kan liat dulu kompetensinya. Kalau diluar dokter, dia harus dua tahun mengabdi di tempat itu dan punya gelar MARS," aku Ade, Kamis 18 Desember 2025.
Sementara untuk lanjutnya, direktur RSUD Arjawinangun, sampai saat ini masih dijabat dr. Bambang Sumardi. Alasan kenapa belum diganti karena punya tugas untuk terus membenahi manajemen rumah sakit, termasuk dari segi pelayanan. Pasalnya, posisi RSUD Arjawinangun, saat ini terjepit dengan banyaknya rumah sakit swasta di wilayah tersebut.
"Dokter Bambang masih dipertahankan. Kita ingin supaya manajemen rumah sakit arjawinangun semakin baik, karena kondisinya semakin dijepit dengan bermunculannya rumah sakit rumah sakit swasta di wilayah tersebut," ungkap Ade.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia meminta semua Rumah Sakit milik Pemkab Cirebon memberikan pelayanan terbaik. Pelayanan tersebut, baik untuk pasien umum ataupun mereka yang menggunakan BPJS. Sophie meminta, tidak ada alasan apapun bagi manajemen rumah sakit untuk membeda bedakan pelayanan.
Hal tersebut dikatakan Sophi, menyikapi buruknya pelayanan yang diberikan Rumah Sakit Waled, yang sempat viral di Medsos. Menurutnya, ini bukti dari buruknya manajemen rumah sakit sehingga berimbas kepada pelayanan pasien.
"Rumah sakit itu kan ada SOP nya. Pasti ada standar pelayanan yang harus dilakukan kepada pasien dan saya yakin, pelayanan itu harus yang terbaik. Tapi kenapa masih terjadi lagi pelayanan buruk yang menimpa masyarakat pengguna BPJS," ucap Sophi waktu itu.
Sophi menilai, semua pasien harusnya diperlakukan sama tanpa melihat itu pasien umum atau BPJS. Dirinya meminta manajemen RSUD Waled segera membenahi manajemen pelayanan, agar kinerja dan citra rumah sakit itu tidak merosot dimata masyarakat. Namun kalau tidak bisa diperbaiki, Sophi mengancam akan memanggil direksi dan manajemen RSUD Waled.
"Kalau belum bisa diperbaiki juga, saya akan panggil seluruh manajemen RSUD Waled. Dan ini berlaku buat RSUD Arjawinangun, supaya memprioritaskan pelayanan terbaik untuk pasien. Mereka kan sudah BLUD, artinya manajemen harus profesional dong," ucap Sophi.
Sebelumnya, Jagat Dunia maya dihebohkan oleh salah satu akun tiktok dengan nama Losar_info. Akun tersebut mengunggah sebuah foto RSUD Waled dengan caption "Keluarga Pasien Kecewa!!! Laporkan humas BPJS RSUD Waled ke manejemen, kurang menghargai pasien".
Editor : Ahmad Sayuti

