RSUD Waled Tegaskan Layanan ARV Gratis dan Bisa Diakses Langsung oleh ODHIV

RSUD Waled tidak menegaskan tidak ada pungutan biaya alias gratis dalam pelayanan ARV bagi ODHIV

RSUD Waled Tegaskan Layanan ARV Gratis dan Bisa Diakses Langsung oleh ODHIV
Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Waled, Mashuri

INILAHKORAN.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled, Kabupaten Cirebon, menegaskan  layanan pengambilan obat antiretroviral (ARV) bagi Orang Dengan ODHIV (ODHIV) diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya apa pun.

Manajemen RSUD Waled juga membantah adanya dugaan intimidasi terhadap pasien ODHIV dalam proses layanan tersebut.

Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Waled, Mashuri, mengatakan isu yang beredar di masyarakat terkait pungutan dan intimidasi berawal dari miskomunikasi antara petugas farmasi dengan relawan pendamping pasien ODHIV. Menurutnya, hal itu tidak mencerminkan kebijakan maupun praktik pelayanan rumah sakit.

“Tidak pernah ada kebijakan pungutan atau intimidasi terhadap pasien ODHIV. Seluruh layanan ARV diberikan secara gratis dan profesional,” kata Mashuri, Selasa 3 Februari 2026.

Mashuri menjelaskan, RSUD Waled menyediakan layanan khusus bagi pasien ODHIV melalui Poli Yasmin sebagai bentuk perlindungan terhadap privasi dan kerahasiaan data pasien. Seluruh identitas pasien, kdijaga secara ketat sesuai standar pelayanan kesehatan.

Ia juga menjamin, pasien ODHIV dapat mengakses layanan medis secara mandiri, termasuk konsultasi dan pengambilan obat ARV, tanpa harus melalui perantara atau pendamping.

“Pendamping diperbolehkan sepanjang memiliki surat tugas dan legalitas yang jelas. Namun pasien tetap bisa datang langsung tanpa pendamping,” ujarnya.

Terkait adanya persoalan antara pasien, pendamping, atau lembaga tertentu, Mashuri menyebut hal tersebut berada di luar kewenangan rumah sakit dan tidak berkaitan dengan kebijakan pelayanan RSUD Waled.

Dia menambahkan, Manajemen RSUD Waled, berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan pembenahan sistem pelayanan kesehatan guna meningkatkan kualitas layanan dan menjaga kepercayaan masyarakat.

“Kami berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima, berkeadilan, dan menjunjung tinggi hak seluruh pasien,” tukasnya. 
 


Editor : Ahmad Sayuti