STP Bandung Membedah Buku "Keju Tradisional Indonesia"

Dr Haryadi Darmawan MM membuka acara bedah buku karya para dosen STP Bandung di Gedung Ciremai, Jalan Dr Setiabudhi No. 186, Kota Bandung.

STP Bandung Membedah Buku "Keju Tradisional Indonesia"
Pembantu Ketua IV Bidang Kerjasama dan Penjaminan Mutu, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung Dr Haryadi Darmawan MM membuka acara bedah buku. (Suro Prapanca)

INILAH, Bandung - Pembantu Ketua IV Bidang Kerjasama dan Penjaminan Mutu, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung Dr Haryadi Darmawan MM membuka acara bedah buku karya para dosen STP Bandung di Gedung Ciremai, Jalan Dr Setiabudhi No. 186, Kota Bandung.

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam tiga hari, pertama pada Kamis (5/9/2019), Jumat (6/9/2019), dan pada hari ketiga pada Rabu (11/9/2019).

Haryadi Darmawan menyampaikan bagaimana perlunya publikasi, termasuk karya-karya para dosen baik berupa penelitian-penelitian, tulisan-tulisan yang dikirim melalui jurnal pendidikan, termasuk buku-buku yang telah ditulis para dosen dan diterbitkan oleh Unit Perpustakaan STP Bandung.

“Saya yakin buku-buku yang telah ditulis para dosen STP Bandung sudah melalui penelitian, praktik, dan uji coba sehingga karya-karya para dosen itu bisa diketahui dan bermanfaat bagi khalayak,” kata Iwan, panggilan akrab Haryadi Darmawan.

Iwan menambahkan, STP Bandung memang unggul di bidang pariwisata, mulai dari kuliner, hospitaliti, dan lainnya, yang lebih penting lagi adalah semua keunggulan itu bisa terus dipublikasikan, baik di awal acara, saat pelaksanaan, dan juga setelah acara.

Melihat pentingnya publikasi tersebut, dalam waktu dekat STP Bandung akan meluncurkan NHI Digital TV bekerja sama dengan stasiun televisi swasta, sebagai salah satu penunjang publikasi setiap kegiatan  kampus yang dulu dikenal dengan nama NHI itu.

Pada kegiatan bedah buku Unit Perpustakaan STP Bandung kali ini membedah buku yang berjudul “Keju Tradisional Indonesia” yang dilaksanakan pada Kamis (5/9/2019).

Menurut penulisnya, empat dosen STP Bandung: Made Citra Yuniastuti, Tristy Firlyanie Luthfi, Selvi Novianti, dan Sandra Sanggramasari, pemanfaatan bahan baku lokal menjadi produk makanan yang dapat dikonsumsi langsung oleh masyarakat merupakan bentuk keberpihakan terhadap pertumbuhan perekonomian masyarakat.

“Keju Tradisional Indonesia” ini menyajikan tiga keju asli Indonesia, yaitu dangke, dali, dan senduro yang diolah menjadi berbagai macam produk pastry modern.

“Hasil olahan asli pribumi ini kebanyakan masih belum tersentuh dan belum dikenal dalam bentuk produk makanan yang bernilai tinggi dan bergengsi,” ujar Made Citra Yuniastuti saat membeberkan alasannya mengetengahkan hasil penelitian bersama rekan dosen yang lain.

Buku setebal 98 halaman ini, para penulis, membagi tulisannya dalam dua bagian (chapter), pertama, berbicara tentang Dunia Keju di Indonesia. Kedua, berbicara mengenai Produk Olahan Keju Tradisional Indonesia.

Di bagian kedua buku ini, para penulis menyajikan lebih dari 20 kreasi resep berbahan keju tradisional Indonesia. “Semua kreasi resep tersebut sudah melalui praktik dan uji coba, jadi silakan praktikkan,” tutur Tristy Firlyanie Luthfi, salah satu penulis, menambahkan.

Dengan beragamnya cara pengolahan ini diharapkan masyarakat mulai mengenal dan memanfaatkan keju tradisional tersebut dengan mudah.

Tidak hanya itu, berbagai variasi resep dalam buku ini juga dapat digunakan sebagai sumber inspirasi dalam berbisnis di bidang kuliner. (sur)


Editor : suroprapanca