Studio 229 UPI, Wadahnya Penggila Seni Rupa

UKM Studio 229 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memberikan ruang bagi mahasiswanya untuk berkarya, meskipun bukan mahasiswa seni.

Studio 229 UPI, Wadahnya Penggila Seni Rupa
Para mahasiswa ketika sedang berkreasi di Studio 229 Universitas Pendidikan Indonesia. (Okky Adiana)

INILAH, Bandung- UKM Studio 229 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memberikan ruang bagi mahasiswanya untuk berkarya, meskipun bukan mahasiswa seni.

Ketertarikan Naufal Ridwanullah terhadap bidang seni memang sudah tertanam sejak kecil. Maka tak heran setelah ia kuliah, tanpa ragu Naufal memilih untuk bergabung dan berkegiatan di Studio 229 yang ada di kampusnya itu.

"Alasan saya masuk UKM ini (Studio 229) sebetulnya sederhana sih. Saya dari dulu memang suka dengan yang namanya seni rupa, makanya saya masuk sini," kata Naufal kepada INILAHKORAN.

Dia mengatakan, sejauh ini ketertarikan mahasiswa UPI terhadap bidang seni rupa cukup baik. Meskipun mereka berbeda fakultas dan jurusan, namun semangat mereka untuk belajar seni rupa ini cukup tinggi dan antusias. 

"Menurut saya banyak mahasiswa UPI yang suka sama seni rupa, jadi keberadaan Studio 229 ini sangat tepat," ujarnya.

Mahasiswa lainnya, Safa'at mengatakan, bangga bisa bergabung di Studio 229. Bagi dia, UKM ini merupakan suatu wadah bagi mahasiswa yang memiliki minat di bidang seni rupa, namun mereka bukan mahasiswa seni rupa.

"Di sini mereka bisa menambah relasi juga dan ini merupakan suatu perkumpulan buat ajang silaturahmi juga. Di sini kita bisa kumpul rame-rame bikin pameran. Yang uniknya, anggota UKM ini latar belakang ilmunya berbeda-beda, jadi karyanya juga lebih variatif," paparnya.

Sebagai salah satu anggota UKM Studio 229 dia berharap, UKM ini ke depannya bisa jauh lebih baik dari segala bidang. Baik itu sumber daya manusianya, fasilitas ataupun karya-karya yang mereka hasilkan. 

"Semoga bisa menciptakan kader-kader yang bisa berkiprah di bidang seni rupa, walaupun mereka buka mahasiswa seni rupa," tambahnya. (Okky Adiana).


Editor : Bsafaat