Sudah 80 Persen, Ridwan Kamil Ujicobakan KCJB saat Pertemuan G20 November Nanti
Kere Cepat Jaakarta Bandung atau KCJB akan diujicobakan pada pertemuan G20 pada November 2020 sebagaimana dikatakan Ridwan kamil
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bakal memamerkan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) pada perhelatan G20.
Rencana Ridwan Kamil memamerkan pada G20 itu, mengingat progres bangunan KCJB sudah mencapai 80 persen.
Dengan demikian, Ridwan Kamil mengaku direnccanakan ujicoba pertama KCJB akan dilakukan dalam gelaran G20 pada November 2022 mendatang.
"Pada perhelatan G20 Kereta Cepat Jakarta Bandung akan bereksperimen memulai uji coba pengoperasian sehingga menimbulkan semangat bahwa semua sesuai proses," ujar Ridwan Kamil, di Gedung Pakuan, Kamis 7 April 2022.
Baca Juga: Ternyata....Emil Banyak Belajar dari Konsep Jogokariyan, Berharap Bisa Mendunia
Ridwan Kamil menilai, hingga saat ini pembangunan kereta api cepat terus berprogres. Di mana pihak Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) juga menyatakan bahwa proses uji coba akan dilaksanakan dalam waktu dekat dan nantinya bisa dinikmati oleh masyarakat pada tahun depan.
Selain itu, dia menyampaikan KCIC juga telah menyepakati bahwa pengoperasian awal akan dilakukan pada Juni 2023. Dan penumpang pertama sudah bisa menggunakan kereta tersebut.
"Kalau November 2022 warga Jabar bisa melihat kereta api cepat terlihat di lapangan bolak balik di atas rel dan akan dipamerkan di G20," ungkapnya.
Baca Juga: Kicauan Burung Lovebird Warnai Buka Puasa Ridwan Kamil di Rumah Warga Bandung
Dengan sudah adanya progres terbaru, Emil mengatakan, beberapa daerah yang terdampak proses pembangunan KCJB harus turut serta membantu mencari investor. Sebab, KCJB sendiri menjadi sebuah langkah untuk memajukan daerah khususnya di Bandung Raya.
"Tolong dicatat, kereta api cepat kami fungsinya ada dua, satu alat transportasi, ke dua alat pertumbuhan wilayah. Ada stasiun akan tumbuh perkembangan di situ, sehingga masyarakat bisa tinggal di Walini, di Tegalluar nah opsi itu menjadi mungkin," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwiyana S. Riyadi mengatakan, progres KCJB saat ini sudah 80 persen. Tunnel-tunnel sudah hampir selesai terpasang.
Baca Juga: Jual Beli Kendaraan Kembali Meningkat, Bapenda Jabar Akselerasi Raihan Pajak
"Jadi tinggal menyelesaikan errection girder box, Jadi saat ini sudah melintasi kilometer 145, ke arah Tegalluar Cileunyi. Dan itu memang kemarin agak lama di bawahnya ada jalan tol, sehingga kita harus hati-hati," kata Dwiyana.
Setelah pemasangan errection girder box selesai, Dwiyana bilang, proses pembangunan menuju selsai karena tinggal memasang rel untuk kereta dapat melaju dengan baik. Adapun pasangannya berbeda dengan cara konvensional.
"Pemasangan rell akan menggunakan teknologi dam memakai mesin, jadi lebih cepat ga seperti KA biasa," kata dia. (riantonurdiansyah)
Editor : inilahkoran

