Sudah Tahu? Ternyata Otak Gurita Punya Kesamaan dengan Manusia
studi yang dilakukan Remo Sanges dan Graziano Fiorito menunjukan otak gurita punya kesamaan molekul dengan otak manusia
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH KORAN, Bandung – Tahukah kamu bahwa ternyata otak gurita memiliki kesamaan dengan otak manusia.
Hal ini terungkap melalui studi dua spesies gurita yakni gurita biasa octopus vulgaris dan octopus bimacoluides.
Dan ternyata, gurita asal California, punya kesamaan molekul dengan otak manusia lho!
Baca Juga: Mutasi ke Rumah Sakit yang Lebih Lengkap, Kourtney Kardashian Setia Dampingi Travis Barker
Dikutip INILAH KORAN dari Geo TV pada Rabu, 29 Juni 2022, studi yang dilakukan Remo Sanges dan Graziano Fiorito yang itu dipublikasikan di BMC Biology.
Remo Sanges dari Scuola Internazionale Superiore di Studi Avanzati (SISSA) of Trieste dan Graziano Fiorito dari Stazione Zoologica Anton Dohrn of Naples.
Berdasarkan studi tersebut, ditemukan fakta bahwa gurita dan manusia punya trasnposon atau "gen melompat", seberkas DNA yang bisa berpindah tempat dari satu genom (satu set DNA) ke genom yang lain.
Baca Juga: Hari Ini! Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Zulhijah untuk Penentuan Hari Raya Iduladha
Para peneliti memakai teknik pengurutan generasi untuk memeriksa dan memahami kesamaan molekul dari sistem saraf gurita.
"Saya benar-benar melompat dari kursi ketika, di bawah mikroskop, saya melihat sinyal aktivitas kuat dari elemen di lobus vertical,” kata Giovanna Ponte dari Stazione Zoologica Anton Dohrn.
“Struktur otak dalam gurita yang jadi pusat belajar dan kemampuan kognitif, seperti hippocampus pada manusia,” sambungnya.
Baca Juga: Hadapi PSS Sleman, Persib Bandung Bermaterikan Pemain Lokal
Genom gurita punya "gen melompat", yang sebagian besar tidak aktif, sama seperti manusia.
Para peneliti pun menemukan elemen Long Interspersed Nuclear Elements (LINE), yang kemungkinan aktif dan juga ditemukan dalam genom manusia, di bagian otak gurita yang terkait dengan kemampuan kognitif hewan.
“Kesamaan antara manusia dan gurita yang menunjukkan aktivitas elemen LINE di pusat kemampuan kognitif ini dapat dijelaskan sebagai contoh evolusi konvergen yang menarik,” kata Giuseppe Petrosino.
Giuseppe Petrosino merupakan peneliti dari Stazione Zoologica Anton Dohrn dan Stefano Gustincich dari Istituto Italiano di Tecnologia.***
Editor : inilahkoran

