INILAH, Bandung- Hampir tiga pekan puluhan warga korban banjir luapan Sungai Citarum di Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, berada di pengungsian Gedung Inkanas Baleendah.
Salah seorang pengungsi, Maria (64) mengaku sudah tiga pekan di tempat pengungsian. Selama dipengungsian ia tak banyak beraktivitas, karena kakinya sakit.
Menetap di pengungsian adalah pilihan terbaik, karena kondisi kaki yang sakit dan rumah terendam air membuatnya tak berdaya.
"Kaki saya sakit enggak bisa jalan. Saat banjir saya dievakuasi pakai perahu dan bonceng naik motor ke pengungsian,"kata Maria Senin (25/2).
Koordinator pengungsi di Gedung Inkanas, Neti mengatakan, para pengungsi mulai berdatangan sejak Senin (11/2) lalu. Menurutnya, kondisi air banjir yang naik turun menyebabkan pengungsi lebih memilih bertahan di pengungsian.
"Banjir datang, ngerendam rumah dua hari. Terus surut dan warga bersih-bersih terus banjir lagi. Yaudah dibiarkan saja kan cape bolak-balik terus," ujarnya.
Neti melanjutkan, ketinggian air banjir di pemukiman warga ada yang mencapai genteng rumah. Pihaknya sesekali mengecek kondisi rumah jika ketinggian berada di 80 cm hingga 100 cm. Menurutnya, sebagian warga dekat ke jalan ada yang memilih bertahan di rumahnya.
Dikatakan Neti, saat ini jumlah pengungsi sudah mencapai 222 orang di gedung Inkanas. Saat ini, banyak anak-anak yang terserang penyakit batuk dan gatal-gatal. Diantaranya seorang terkena muntaber namun sekarang sudah sembuh dan dibawa ke rumah neneknya.
"Alhamdulillah bantuan dari kecamatan dan donatur ada berupa sembako. Sekarang yang dibutuhkan memang sembako. Puskesmas juga sering ngecek kesehatan warga," katanya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung menjelaskan, banjir yang merendam pemukiman di tiga kecamatan yaitu Baleendah, Bojongsoang dan Dayeuhkolot masih terjadi.
Sedangkan untuk akses jalan Dayeuhkolot dan Baleendah yang kemarin Minggu (24/2) terendam kini bisa dilintasi kendaraan bermotor dan roda dua.
"Pemukiman masih banyak yang terendam banjir. Memang banjir masih turun-naik dan prakiraan cuaca BMKG di siang hari sampai malam terdapat potensi hujan sedang kadang lebat disertai petir dan angin," ujarnya Kabid Kedarutatan dan Logistik BPBD Kab Bandung, Sudrajat.
Sudrajat menjelaskan, jalan Andir-Katapang sendiri belum bisa dilalui kendaraan. Sebab masih terendam banjir akibat luapan sungai Citarum. Menurutnya, di wilayah Dayeuhkolot ketinggian air bervariasi mulai dari 10 sentimeter hingga 160 sentimeter.
Sementara di Baleendah ketinggian air mencapai hingga 170 sentimeter dan di Bojongsoang setinggi 100 sentimeter . Dirinya mengatakan, sebagian warga mengungsi di tempat pengungsian di area kantor desa Dayeuhkolot. Kemudian di GOR Inkanas Baleendah.
"Di Inkanas 219 jiwa, 66 KK. Di gudang tanggo Bojongsoang 43 jiwa dan di Baleendah 135 KK," katanya. Dirinya mengimbau warga tetap waspada dan berhati-hati,"katanya.