Sumur Mengering, Warga Desa Cikubang Rela Antre Air Bersih
Krisis air bersih melanda Desa Cikubang, Tasikmalaya, akibat musim kemarau. Sebanyak 18.000 liter air disalurkan untuk 380 KK terdampak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Krisis air bersih mulai dirasakan warga Desa Cikubang, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya. Sejumlah sumur resapan milik warga mulai mengering sehingga masyarakat harus mengantre untuk mendapatkan pasokan air bersih.
Kondisi tersebut terjadi di tengah musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, sebanyak 18.000 liter air bersih didatangkan dan didistribusikan kepada masyarakat terdampak pada Jumat (14/8/2026).
air bersih tersebut disalurkan ke lima kampung di Desa Cikubang, yakni Kampung Legokkalapa, Babakansari, Sindangsari, Babakan Lame, dan Pasirawi.
Sebanyak 380 kepala keluarga (KK) tercatat sebagai penerima manfaat dalam pendistribusian air bersih tersebut.
Ketua Forum Koordinasi (FK) TAGANA Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan pendistribusian air dilakukan bersama Pemerintah Kecamatan Taraju dan Pemerintah Desa Cikubang sebagai respons terhadap kondisi warga yang mulai kesulitan memperoleh air bersih.
“Sebanyak 18.000 liter air bersih didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di lima kampung di wilayah Desa Cikubang,” kata Jembar.
Menurutnya, Kecamatan Taraju menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Tasikmalaya yang terdampak kekeringan. Karena itu, bantuan air bersih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Bantuan air bersih ini disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Jumlah penerima manfaat sekitar 380 KK,” ujarnya.
Jembar menambahkan, FK TAGANA bersama pemerintah setempat akan terus melakukan upaya penanganan dampak kekeringan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
“Kami terus berkomitmen hadir bersama masyarakat dan pemerintah setempat dalam upaya penanganan dampak kekeringan serta memastikan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi,” pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti


