Pemkot Bandung Waspadai Kenaikan Harga Bawang Jelang HUT Kemerdekaan

Pemkot Bandung mewaspadai kenaikan harga bawang jelang HUT Kemerdekaan akibat risiko gangguan pasokan dan kekeringan di daerah sentra produksi.

Pemkot Bandung Waspadai Kenaikan Harga Bawang Jelang HUT Kemerdekaan
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Pemerintah Kota Bandung mewaspadai potensi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Bawang menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian karena pasokannya dinilai rentan terganggu.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, bawang merupakan komoditas sensitif karena jumlah daerah produksinya terbatas, sementara kebutuhan masyarakat Kota Bandung cukup tinggi.

“Memang bawang, karena produsennya terbatas. Permintaan warga Bandung terhadap bawang Brebes sangat tinggi,” kata Farhan, Senin (10/8/2026).

Menurut Farhan, tingginya kebutuhan bawang di Kota Bandung tidak terlepas dari aktivitas pariwisata dan industri kuliner. bawang Brebes menjadi salah satu komoditas yang banyak digunakan pelaku usaha kuliner.

“Orang Bandung seleranya tinggi. Kenapa? Karena rata-rata bawangnya untuk wisata, untuk industri kuliner. Jadi permintaan bawang Brebes ini tinggi sekali,” ujarnya.

Selain bawang merah, Pemkot Bandung turut memantau ketersediaan bawang putih dan bawang bombai. Sebagian pasokan komoditas tersebut berasal dari luar daerah maupun impor.

kekeringan Jadi Perhatian

Kondisi cuaca, khususnya kekeringan, menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan pemerintah. Farhan menyebut berdasarkan hasil konsultasi dengan pemerintah provinsi, kondisi kekeringan diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober.

Meski demikian, Pemkot Bandung berharap kondisi tersebut tidak mengganggu periode musim tanam yang mulai berlangsung pada September.

kekeringan ini diperkirakan terjadi sampai Oktober. Cuma Agustus sampai Oktober itu kan belum musim tanam. Musim tanamnya kapan? Mulai September,” kata Farhan.

Untuk menjaga stabilitas pasokan, Pemkot Bandung memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian. Dinas Ketahanan Pangan juga diarahkan memastikan bahan makanan segar dari berbagai daerah tetap masuk ke Kota Bandung.

Pasokan Pangan Datang dari 16 Provinsi

Farhan mengatakan pasokan bahan pangan untuk Kota Bandung berasal dari 16 provinsi, termasuk sejumlah komoditas yang didatangkan melalui jalur impor.

Seluruh pasokan tersebut diarahkan masuk melalui tiga pasar induk utama yang menjadi bagian penting dalam jaringan distribusi pangan Kota Bandung.

“Bagaimana keaktifan Dinas Ketahanan Pangan kita juga memastikan, bahwa suplai bahan makanan segar dari 16 provinsi dan bahan-bahan impor itu semuanya bisa masuk ke Kota Bandung lewat tiga pasar induk utama,” jelasnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan komoditas sekaligus mengantisipasi gangguan distribusi yang dapat memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.

operasi pasar Tetap Berjalan

Di sisi lain, Pemkot Bandung memastikan operasi pasar tetap dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat. Program tersebut terutama ditujukan bagi kelompok masyarakat yang dinilai rentan secara ekonomi berdasarkan masukan dari tingkat kelurahan.

operasi pasar tetap akan berjalan, terutama untuk mereka-mereka yang memang hasil masukan dari kelurahan adalah yang rentan daya belinya,” tutur Farhan.

Masyarakat kelompok rentan nantinya dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Namun, Farhan mengingatkan bahwa produk dalam operasi pasar tidak selalu memiliki kualitas yang sama dengan produk premium yang dijual di supermarket.

“Harap maklum, kalau barang-barang murah kualitasnya tidak selevel supermarket,” ujarnya.

Farhan mencontohkan beras SPHP sebagai salah satu komoditas yang dapat diperoleh melalui skema harga terjangkau. Sementara untuk beras premium dan beras khusus, harga tetap mengikuti harga pasar.

“Seperti berasnya, beras SPHP. Tapi kalau beras yang premium, beras khusus, ya harganya tetap sama,” tandasnya.

Foto ilustrasi: Bawang menjadi salah satu komoditas yang diwaspadai Pemkot Bandung karena pasokannya rentan terganggu menjelang Hari Kemerdekaan.***


Editor : JakaPermana