Sunda Karsa Fest KKJB 2025 Diharapkan Jadi Katalisator Wisata Jabar
Pemprov Jabar dan BI Jabar bakal menggelar perhelatan akbar bertajuk Sunda Karsa Fest KKJB 2025, di Trans Studio Mall, Kota Bandung pada 17-20 Juli 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemprov Jabar dan BI Jabar bakal menggelar perhelatan akbar bertajuk Sunda Karsa Fest KKJB 2025, di Trans Studio Mall, Kota Bandung pada 17-20 Juli 2025.
Pada Sunda Karsa Fest KKJB 2025 itu bakal diramaikan sejumlah agenda berkualitas antaranya 244 booth UMKM, layanan perbankan, layanan Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf atau Ziswaf, pembuatan nomor induk berusaha (NIB), layanan pembuatan hak kekayaan intelektual (HAKI), promosi 28 desa wisata, 28 Dekranasda, 19 kompetisi, 12 workshop, talkshow hingga tabligh akbar.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar Iendra Sofyan berharap, kegiatan Sunda Karsa Fest KKJB 2025 ini dapat menjadi katalisator pariwisata di Jabar.
Sebab, dalam kegiatan Sunda Karsa Fest KKJB 2025 itu tidak hanya persoalan bisnis tetapi juga menjadi ajang promosi sektor pariwisata seperti desa wisata dan kerajinan ekonomi kreatif (Ekraf).
"Dalam momen ini, Alhamdulillah diberikan kesempatan yang sangat luas, bagaimana mengembangkan pariwisata ini," ujar Iendra di Bewara Jawa Barat (BEJA) Volume 16 bertajuk Sunda Karsa Fest Karya Kreatif Jawa Barat 2025 di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin 14 Juli 2025.
Melalui kegiatan ini pula, paket wisata di desa wisata akan disiapkan. Sebab, 27 kabupaten/kota akan diwakili satu desa wisata unggulan, plus satu desa wisata dari Disparbud Jabar.
"Kita dorong adalah desa wisata yang sudah kita siapkan, untuk di satu dipamerkan tentunya, yang kedua ditawarkan menjadi paket-paket wisata. Artinya bahwa kita memang diberi kesempatan ini," ucapnya.
Tidak hanya itu, dalam momen Sunda Karsa Fest KKJB 2025 ini diharapkan juga menjadi oase bagi pelaku usaha, khususnya di Kota Bandung.
Dimana akibat adanya Inpres 1/2025 terkait efisiensi belanja, sejumlah pelaku usaha seperti perhotelan dan restoran turut terdampak dari kebijakan tersebut.
"Dan akhirnya adalah yang selalu dikeluhkan sekarang dari PHRI, restoran segala macam dengan banyak berkunjung saya kira mudah-mudahan mulai tertutupi," ucapnya.
Editor : Doni Ramdhani

