Supardi: Kami Kalah 100-0 Pun Tak Masalah, Asal Caranya Baik

Kapten Tim Persib Bandung Supardi Nasir Bujang, menyayangkan kepemimpinan wasit Suhardianto asal Palembang yang dianggapnya terlalu banyak menguntungkan PSMS Medan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bal

Supardi: Kami Kalah 100-0 Pun Tak Masalah, Asal Caranya Baik
INILAH - Kapten Tim Persib Bandung Supardi Nasir Bujang, menyayangkan kepemimpinan wasit Suhardianto asal Palembang yang dianggapnya terlalu banyak menguntungkan PSMS Medan pada duel pekan ke-30 Liga 1 2018 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Jumat (9/11/2018).
 
Meski begitu, Supardi tetap mengucapkan selamat atas kemenangan PSMS. Dia mengaku, sudah lelah dengan carut marut sepak bola di Indonesia, padahal sepak bola adalah hiburan bagi masyarat.
 
"Pertama selamat buat PSMS. Ini lebih ke curahan hati kami semua. Kalian bisa lihat pertandingan tadi, sepak bola itu hiburan masyarakat tapi kenapa seperti ini. Terlalu capek main bola seperti ini," keluh Supardi usai laga.
 
Supardi berharap di sisa kariernya, sepak bola Indonesia bisa terus berkembang dan mampu menandingi negara-negara lain. Tapi menurutnya, bila cara pengelolaan kompetisi masih seperti ini akan sulit Indonesia bersaing.
 
"Saya juga berharap di sisa karier saya ini, sepak bola ini bisa menandangi negara-negara lain, karena sayang adek-adek kita yang junior mereka sedang semangat untuk bermain bola, jangan sampai mereka kecewa, kok begini, itu bisa memudarkan semangat mereka," katanya.


BACA JUGA: Kalah, Ini yang Akan Dilakukan Gomez

 
Supardi bukan tak menerima kekalahan Persib dari PSMS dan mengkambing hitamkan pengadil di lapangan. Menurutnya, bisa dilihat dalam duel Jumat (9/11) sore itu, wasit terlalu mudah meniup pelewit untuk Persib.
 
"Kalau kita kalah 5-0, 7-0 bahkan 100-0 pun saya tidak ada  masalah, tapi kalahnya dengan cara yang baik.  Saya berdoa, semoga sepak bola ini semakin baik ke depan, gak ada kata-kata lain lagi. Saya juga paham wasit itu manusia, tapi kita harus sama-sama berusaha untuk menjadi baik," tuntasnya. 


Editor : inilahkoran