Survei IDM Strategic Ungkap Ketidakpuasan Masyarakat Terhadap Kinerja Pemkot Bandung

Hasil survei IDM Strategic mengungkap sejumlah keluhkan warga Kota Bandung dan ketidakpuasan terhadap kinerja Pemkot Bandung

 Survei IDM Strategic Ungkap Ketidakpuasan Masyarakat Terhadap Kinerja Pemkot Bandung
Survei IDM Strategic Ungkap Ketidakpuasan Masyarakat Terhadap Kinerja Pemkot Bandung

INILAHKORAN,Bandung,- Hasil survei IDM Strategic mengungkap sejumlah persoalan yang dikeluhkan warga Kota Bandung dan ketidakpuasan terhadap kinerja Pemkot Bandung.

Dalam siaran persnya IDM Strategic mengungkapkan mayoritas warga Kota Bandung menunjukkan ketidakpuasan terhadap sektor-sektor yang beririsan dengan kepentingan publik.

Adapun sSektor-sektor yang beririsan dengan aktivitas publik sehari-hari tersebut antara lain kemacetan (indeks 2,32), transportasi publik (2,29), sampah (2,65), lapangan pekerjaan (2,43) dan banjir (2,69)

Baca Juga: Hasil Survei Tempatkan Popularitas Atalia Praratya Kamil Ungguli Yana Mulyana

Penelitis Senior IDM Strategic, Gilang Mahesa mengungkapkan, hasil survei tersebut ditemukan saat IDM Strategic sebagai Lembaga Data Analyst Consultant & Strategic Public Management menyelenggarakan pengukuran indeks terhadap permasalahan Kota Bandung.

Survei juga sebagai pendahuluan terkait dengan kontestasi politik 2024 di Kota Bandung.

Pengukuran Indeks dan Survei tersebut menurut Gilang, dilakukan pada rentang waktu 1-8 Maret 2022 dengan menggunakan metode Multistage Stage Random Sampling.

Baca Juga: Persib dan Barito Diduga Terlibat Pengaturan Skor, Pengacara Papua Pieter Ell Siapkan Gugatan

"Jumlah sampel dalam survei ini adalah 1.119 responden dengan margin of error +/- 2,90 persen pada tingkat kepercayaan 90 persen," ujarnya.

Gilang Mahesa mengungkapkan, klaster survei mencakup 30 kecamatan di Kota Bandung secara proporsional berdasarkan data jumlah populasi Kota Bandung yang berusia diatas 17 tahun pada tahun 2024.

Adapun pengumpulan data dilakukan pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner terhadap responden yang telah terpilih secara acak .

Baca Juga: Kota Bogor dan KBRI Tokyo Siap Kerjasama Pembangunan Rumah Sakit

"Maksud dan tujuan dari survei ini adalah untuk mengukur persepsi publik terhadap nilai indeks permasalahan Kota Bandung dan juga sebagai pengukuran pendahuluan terkait popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas partai politik dan kandidat calon walikota Kota Bandung," ujarnya.

Survei kata Gilang, juga bertujuan untuk mengukur potensi partisipasi dan kemantapan pilihan pada agenda kontestasi politik di tahun 2024.

Dalam keterangannya, Gilang mengungkapkan, hasil temuan pokok dan analisis hasil surveinya menemukan sejumlah hasil.

Baca Juga: RESMI! Pertamax Dibanderol Rp12.500 per Liter, Berlaku Sesaat Lagi di 16 Provinsi Ini

Pertama, lanjut Gilang, survei menemukan dalam skala Indeks 1 (sangat tidak puas) sampai dengan 5 (sangat puas), mayoritas responden menunjukkan ketidakpuasan terhadap sektor-sektor yang beririsan dengan kepentingan publik oleh warga Bandung.

Terutama di sektor-sektor yang beririsan dengan aktivitas publik sehari-hari seperti kemacetan (indeks 2,32), transportasi publik (2,29), sampah (2,65), lapangan pekerjaan (2,43) dan banjir (2,69).

Sementara di sektor-sektor yang beririsan dengan infrastruktur dan dapat disubsitusi seperti penyediaan air bersih, pemukiman dan ruang terbuka publik.

Baca Juga: Resmi Naik! Ini Harga Terbaru Pertamax dan Pertalite per Jumat 1 April 2022

Walaupun berada di bawah nilai indeks 3.0 tapi hal tersebut bukanlah permasalahan utama yang harus mendapatkan perhatian prioritas dari Pemerintah Kota Bandung.

Sedangkan terkait dengan layanan dan akses di sektor pendidikan (indeks 3,0), kesehatan (3,13) dan keamanan (3,01), hasil survei menunjukan kondisi saat ini sudah cukup baik.

Hal ini disebabkan layanan di sektor-sektor tersebut selain dilakukan oleh Pemerintah Kota, secara masif dan baik juga dilakukan oleh pihak swasta (private sector) dan lembaga lainnya.

Baca Juga: Duel Tinju, Cuma 2 Ronde Azka Corbuzier kalahkan Vicky Prasetyo

Sehingga publik mendapatkan komplemen (pelengkap) yang dapat dipilih.

Kedua menurut Gilang, dengan skala nilai indeks 1 (kinerja sangat buruk) sampai dengan 5 (kinerja sangat baik), temuan survei di sektor layanan publik utama, selama tiga tahun pemerintahan Oded-Yana belum menunjukkan kinerja yang memuaskan.

Terutama pelayanan di sektor transportasi publik yang dinilai sangat buruk oleh responden (indeks 1,94).

Baca Juga: Digelar Selama Dua Hari, Satpol PP KBB Razia Vaksin ASN

Sementara itu terkait dengan public service seperti sampah, ruang terbuka hijau dan layanan birokrasi, publik menilai kinerja pemerintah kota belum menunjukkan kinerja yang dinilai memuaskan.

Temuan lainnya menunjukkan kelompok kelas menengah kota dan kelompok usia muda menunjukkan tingkat ketidakpuasan yang cukup tinggi terhadap kinerja Pemkot Bandung dibandingkan dengan kelompok kelas sosial lainnya di Kota Bandung.

Hal ini terlihat dengan indeks yang berada pada angka 2,45 (kelas menengah) dan 2,67 (anak muda).

Baca Juga: Jadi Sorotan, Ini 8 Potret Mempesona Nita Gunawan Yang Dituding Dekat Dengan Raffi Ahmad

Secara politis, ketidakpuasan kinerja terhadap pemerintah kota juga terjadi di klaster pemilih pasangan Oded-Yana dan pemilih partai pendukung pasangan Oded-Yana. Hal ini terlihat dari indeks 2,94 (kluster pendukung) dan 2,75 (partai politik).***


Editor : inilahkoran